Sukoharjo-Inspirasiline.com. Dalam rangka upaya tertib berlalu lintas di wilayah hukum Polres Sukoharjo, Satlantas Polres Sukoharjo menggelar sosialisasi edukasi dan glorifikasi untuk tertib berlalu lintas (sefety riding), yang saat ini menyasar Pondok Pesantren (Ponpos) LDII Barokah, Nandan, Sidorejo, Bendosari, Sukoharjo.
Sosialisasi ini mengusung tema “ Santri Aman Berkendara “ yang berlangsung di Ponpes setempat yang diikuti oleh seluruh santri, guru, dan pengasuhnya. Kegiatan ini digelar pada Sabtu (2/3/2024).

Kasatlantas Polres Sukoharjo AKP. Betty Nugroho mewakili mewakili Kapolres AKBP Sigit kepada sejumlah wartawan mengatakan bahwa sosialisasi ini menyasar ke Ponpes pasalnya kami ingin memberikan pemahaman mengenai keamanan kenyamanan dalam berlalu lintas utamanya untuk anak-anak santri.
Lebih lanjut Betty Nugroho menambahkan sosialisasi ini kami gencarkan diberbagai lingkungan sekolah, baik sekolah umum maupun ponpes sebagai upaya untuk menekan angka laka lantas yang mana selama ini laka lantas didominasi oleh usia remaja/anak muda.

“Sosialisasi keselamatan berlalu lintas kali ini menyasar santri di Ponpes LDII Barokah Nandan, Sidorejo, Bendosari, Sukoharjo sebagai upaya untuk memberikan pemahaman mengenai keamanan dan kenyamanan berlalu lintas” ujar AKP Betty.
Kasatlantas juga menyampaikan dalam sosialisasi ini kami juga menggandeng Jasa Raharja, dengan harapan anak-anak mengetahui berbagai pelanggaran-pelanggaran yang bagaimana yang bisa di caper oleh Jasa Raharja, agar anak-anak lebih berhati-hati dalam berlalu lintas.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Sukoharjo, selaku yang menaungi Ponpes LDII Barokah, Drs. H. Dalono, mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Sukoharjo atas terselenggaranya edukasi tertib berlalu lintas di Popes kami ini.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para santri dalam memahami pentingnya menaati peraturan berlalu lintas.” ungkap Dalono.
Sedangkan PLT Pimpinan perwakilan Jasa Raharja Sukoharjo Bimo Ari juga berharap agar sosialisasi keselamatan berkendara dapat dipahami oleh para santri, agar kejadian fatalitas di jalan raya tidak terjadi. Sehingga jika ingin berkendara di jalan harus aman termasuk memiliki SIM. Sehingga jika terjadi sesuatu dapat terlindungi.
“Kami dari Jasa Raharjo berharap agar adik-adik dapat mentaati aturan tertib berlalu lintas, terutama SIM harus punya. Sebab kalau tidak punya SIM Jasa Raharja tidak memberikan jaminan,” ujar Bimo.
Seperti diketahui, Polres Sukoharjo menggelar Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2024 selama selama 14 hari kedepan, yang dimulai 4 – 17 Maret 2024 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2024 mengedepankan giat preemtif, preventif disertai gakkum dengan humanis dan edukatif. (Prie)

helloI like your writing very so much proportion we keep up a correspondence extra approximately your post on AOL I need an expert in this space to unravel my problem May be that is you Taking a look forward to see you