Penulis: Abiet Sabariang
TEGAL | inspirasiline.com
PUISI Sapardi Djoko Damono, hari ini, Jumat (20/11/2020) dipentaskan dalam acara Festival Teatrikalisasi Puisi Sapardi Djoko Damono yang diselenggarakan oleh Teater QI Tegal.

Ketua Panitia Penyelenggara Tetuko Ahmad Maulida didampingi Rudi Iteng selaku sutradara Teater QI menjelaskan, dasar penyelenggaraan Festival Teatrikalisasi Puisi Sapardi Djoko Damono adalah potensi dan kecintaan kalangan murid-murid SMA dalam berteater dan ketertarikan mereka dalam dunia sastra, namun tak kaya wadah untuk mengembangkannya.
“Sapardi Djoko Darmono adalah sastrawan Indonesia, yang puisinya sederhana namun penuh dengan makna kehidupan. Beberapa di antaranya sangat popular, baik di kalangan sastrawan maupun para kaum milenial sekalipun,” jelas Rudi.
Oleh karena itu, momentum ini juga sekaligus ditujukan untuk mengenang dan mengapresiasi mendiang Sapardi Djoko Damono atas kredibilitasnya yang selalu hidup bagi penerus dan pecinta sastra di Indonesia. “Sekaligus, upaya untuk mengenali dan menggali kembali karya-karyanya,” ujarnya.

Festival Teatrikalisasi Puisi Sapardi Djoko Damono, di antaranya bertujuan membangun komunitas dan ruang apresiasi teatrikal-puisi, khususnya di kalangan pelajar SMA sederajat.
“Selain itu, untuk mengenang sekaligus mengenal lebih jauh karya Sapardi Djoko Damono, menjaga dan mengembangkan semangat sastra, khususnya teater di kalangan remaja, serta sebagai media belajar tentang profesionalisme di kalangan anggota teater,” papar Rudi.
Peserta Pelajar
Festival Teatrikalisasi Puisi Sapardi Djoko Damono diharapkan diikuti para peserta pelajar SMA/SMK/MA sederajat di tingkat Jawa Tengah dan DIY, untuk menampilkan dan mengembangkan potensi seni sastra dan seni teater, yang digabungkan menjadi teatrikal puisi.
Festival Teatrikalisasi Puisi Sapardi Djoko Damono digelar oleh Yayasan Teater Qi, yang didukung Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen Kemendikbud) Republik Indonesia, di Taman Budaya Tegal, 20-21 November 2020.

Pembukaan oleh Ditjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan disaksikan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, pukul 16.00, sore ini.
Festival diikuti oleh 28 peserta dari berbagai daerah yang ada di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Dari jumlah tersebut hanya diambil 10 grup sebagai finalis.
10 finalis terbaik pilihan juri saat kurasi adalah Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Pemalang, Kendal, Brebes, Magelang, Temanggung, Sleman, Karanganyar, dan Kabupaten Purworejo. Mereka akan dinilai oleh dewan juri, yaitu Sosiawan Leak (Solo), Asa Jatmiko (Kudus), dan Rukman Rosadi (Yogya).
Kegiatan Festival Teatrikalisasi Puisi Sapardi Djoko Damono digelar sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Dinas Kesehatan Kota Tegal, dengan membagikan PHBS Kit (masker, hand sanitizer, dan face shield) serta rapid test untuk seluruh panitia dan peserta.***
