Sragen-Inspirasiline.com. Bupati Sragen, Sigit Pamungkas Memimpin Langsung Proses Verifikasi Lanjutan Penyelenggaraan Kabupaten Sehat 2025, Selasa (12/8/2025), di Aula Lantai 4 Kantor Terpadu Pemkab Sragen. Kegiatan Ini Diikuti Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Terkait, Tim Pembina, Serta Forum Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Sragen.
Proses Verifikasi Dilakukan Secara Virtual Oleh Tim Verifikator Dari Kementerian Kesehatan RI. Tahapan Ini Menjadi Penilaian Penting Untuk Memastikan Apakah Kabupaten Sragen Memenuhi Kriteria Sebagai Daerah Yang Sehat, Layak Huni, Sekaligus Berpeluang Meraih Penghargaan Swasti Saba.
Sebelumnya, Sragen Berhasil Menyabet Swasti Saba Wiwerda Pada 2023, Hasil Penilaian Periode 2021–2022. Tahun Ini, Pemkab Kembali Diuji Dengan 136 Indikator Penilaian Untuk Periode Dua Tahun Berikutnya.
Bupati Sigit Pamungkas Menyampaikan Optimisme Bahwa Sragen Bisa Mempertahankan, Bahkan Meningkatkan Predikatnya. Menurutnya, Penghargaan Swasti Saba Merupakan Pengakuan Nyata Atas Komitmen Daerah Dalam Membangun Kesehatan Berbasis Masyarakat.
“Alhamdulillah, Tahun Ini Beberapa Indikator Kesehatan Meningkat. Memang Ada Tantangan, Seperti Kenaikan Satu Kasus Pada Anak, Tapi Langsung Kami Respon Dengan Operasi Lapangan Dan Koordinasi Bersama Perusahaan Untuk Memastikan Standar Kesehatan Kerja,” Ujarnya.
Selain Kesehatan, Bupati Juga Menyoroti Sektor Pariwisata Yang Belum Sepenuhnya Memenuhi Standar Layanan Sapta Pesona. Ia Mendorong Pelaku Wisata Meningkatkan Kualitas Layanan, Keamanan, Dan Kenyamanan Melalui Pelatihan Yang Terukur.
Dari 9 Tatanan Indikator Penilaian, Lima Menunjukkan Tren Positif Dibanding 2023, Sementara Sebagian Lainnya Masih Stagnan Atau Menurun Namun Telah Mendapat Tindak Lanjut Perbaikan.
“Kami Ingin Tahun Ini Sragen Meraih Predikat Yang Lebih Tinggi. Semangat Yang Sama Kami Terapkan Pada Program Bebas Rumah Tidak Layak Huni. Bulan Depan, Insya Allah, Kami Deklarasikan 10 Desa Bebas Rumah Tidak Layak Huni,” Imbuhnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sragen, Udayanti Proborini, Menjelaskan Bahwa Untuk Meraih Swasti Saba Wistar Predikat Tertinggi. Untuk Itu, Ia Meminta Semua OPD Bisa Bekerja Keras Memenuhi Target Pada 9 Tatanan Indikator.
Dari 9 Tatanan, Lima Sudah Menunjukkan Kemajuan. Empat Sisanya Juga Sebenarnya Terpenuhi, Namun Nilainya Terpengaruh Oleh Peningkatan Kasus Kematian Ibu Dan Demam Berdarah. Berdasarkan Aturan Penilaian, Setiap Kenaikan Kasus Membuat Nilai Indikator Tersebut Menjadi Nol, Meskipun Upaya Pencegahan Telah Dilakukan.
“Ada 34 Indikator Yang Masih Menjadi Catatan. Kami Akan Berupaya Maksimal Memenuhi Target Tersebut. Jika Pun Tidak Seluruhnya Tercapai, Kami Harap Tetap Mempertahankan Nilai Sesuai Standar Provinsi,” Ujarnya.
Sembilan Tatanan Kabupaten Sehat :
Penilaian Kabupaten Sehat Meliputi Sembilan Tatanan:
Pemukiman Dan Fasilitas Umum
Satuan Pendidikan
Pasar
Perkantoran Dan Perindustrian
Pariwisata
Transportasi Dan Tertib Lalu Lintas
Perlindungan Sosial
Pencegahan Dan Penanggulangan Bencana
Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri
Dengan Semangat Bersama Dan Komitmen Lintas Sektor, Pemkab Sragen Optimis Bisa Kembali Mengharumkan Nama Daerah Di Tingkat Nasional Melalui Penghargaan Kabupaten/Kota Sehat. (Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)
