Galih Febta Prasetya, S.Fil Remaja Klaten Jadi Pendeta Di Grobogan

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya kalau akhirnya pemuda kelahiran Klaten ini akan ditahbiskan menjadi gembala atau pendeta di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah, tepatnya besok pda Senin 8 September 2025 di GKJ Purwodadi.

Saat SD ia bercita cita menjadi tentara, namun ketika di bangku SMP cita-cita berubah yakni ingin menjadi pekerja seni. Anehnya saat duduk di bangku SMA malah tidak memiliki cita-cita, terlebih berkeinginan menjadi seorang pendeta yang memiliki ratusan bahkan ribuan jemaat itu.

Saat media Inspirasiline.com menemui dirinya di kediamannya jln. Kartini Purwodadi Grobogan yang ditemani ibundanya, Galih menceriterakan proses pemanggilan menjadi pendeta di Grobogan.

Pemuda kelahiran Klaten 16 Pebruari 1999 ini awalnya melakukan studi dalam rangka menyelesaikan skripsinya di GKJ Purwodadi tahun 2021, sambil berkorbah di 11 gereja pasanuwan pepanthan milik GKJ Purwodadi hingga tahun 2022. Berhasil lulus dari Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta Progdi Filsafat Keillahian.

“Untuk pemanggilan sebagai pendeta sudah sejak 2021 lalu sehingga begitu saya lulus S1 maka di tahun 2023 saya pindah dan tinggal di Purwodadi sambil melakukan kegiatan gerejawi, diantaranya pelayanan kotbah” ungkap anak tuggal dari pasangan Sri Wuryani dan Sutriyono ini.

Biasanya, kata Galih yang dipanggil dan diproses menjadi pendeta adalah mahasiswa Fakultas Teologi yang sudah stage (magang) di GKJ, tetapi dirinya mengaku tak melalui stage tetapi dengan jalur lain yakni perkenalan melalui kotbah kepada jemaat.

Pada tahap akhir sebelum ditahbiskan menjadi pendeta, Galih mengikuti ujian peremtoar ( ujian pendeta). Menurutnya, hal itu dimaknai sebagai percakapan gerejawi antara calon pendeta, gereja pemanggil dan gereja se klasis dan sinode, bukan lagi bicara layak atau tidak layak, tetapi lebih kepada mengamati dan memberikan restu dukungan dan doa dari setiap yang hadir kepada calon pendeta tersebut, meski konteksnya ujian, baginya tidak begitu memaknainya.

“Ujian pendeta itu ya dalam kehidupannya sehari hari bagaimana mengaplikasikan hukum Tuhan sang sumber kasih itu” tegasnya.

Secara pelayanan gerejawi ke 11 gereja yang ada di GKJ Purwodadi hanya dilayani 2 orang pendeta dirasa masih kurang, sehingga dengan cakupannya yang luas hingga perbatasan Sragen harapannya bisa dilayani dengan utuh.

Usai ditahbiskan nanti, Galih berharap banyak kemajuan-kemajuan yang dicapai oleh warga jemaat GKJ Purwodadi ini semakin memiliki spiritualitas Yesus Kristus dalam hidup keseharian bersama seluruh ciptaan.

“Peran pendeta itu saya maknai sebagai kawan, sahabat spiritualitas bagi jemaat” pungkasya. (jk)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *