Sragen-Inspirasiline.com. Wakil Bupati Sragen Sekaligus Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sragen, H. Suroto, Meninjau Tiga Lokasi Satuan Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) Di Kabupaten Sragen Pada Senin (17/11/2025).
Tiga Kokasi Tersebut Masing-Masing Dapur SPPG Al Muhyi Dan Dapur Aurora Di Desa Karangpelem, Kecamatan Kedawung, Serta Dapur SPPG Daarul Qur’an Kecamatan Ngrampal.
Dalam Kunjungan Tersebut, Wabup H. Suroto Menyampaikan Penghargaan Tinggi Kepada Seluruh Jajaran Satgas MBG Di Kabupaten Sragen Yang Saat Ini Telah Mengoperasikan Sekitar 50 Dapur SPPG.
“Saya Selaku Ketua Satgas Yang SK-nya Baru Terbit 1 Oktober Kemarin Menyampaikan Rasa Hormat Dan Terima Kasih. Operasional SPPG Kita Saat Ini Sudah Mencapai Kurang Lebih 50 Dapur,” Ujar Wabup H. Suroto.
Wabup Mengakui Bahwa Tugas Satgas MBG Di Tingkat kabupaten Tidaklah Ringan. Namun, Ia Menegaskan Bahwa Keberadaan Banyak Unsur Seperti Kecamatan, Desa, Para Kepala Sekolah, Kepala Puskesmas, Serta Berbagai Organisasi Nasyarakat Membuat Pekerjaan Ini Bisa Dilakukan Secara Kolektif.
“Pemda Tidak Bisa Berjalan Sendiri. Ini Pekerjaan Kolektif. Kami Hanya Memberikan Arahan, Doa, Dan Memastikan Semuanya Berjalan Linier Dengan Arahan Presiden Prabowo Subianto,” Imbuhnya.
Ia Huga Menyoroti Penyediaan Bahan Pangan Harian Untuk Mendukung Program MBG. Menurutnya, Kebutuhan Beras Per Hari Bisa Mencapai 5–6 Kuintal, Belum Termasuk Kebutuhan Sayur, Telur, Dan Daging Ayam.
“Beras Di Sragen Aman Karena Kami Merupakan Daerah Lumbung.Tetapi Untuk Sayur Mayur, Kami Harus Mempersiapkan Lebih Baik. Telur Dan Ayam Saya Kira Sragen Cukup Kuat Karena Banyak Peternak,” Jelas Wabup H. Suroto.
Wabup H. Suroto Juga Menyampaikan Bahwa Ketergantungan Wilayah Solo Raya Terhadap Sayur-Mayur Dari Tawangmangu, Selo, Hingga Kopeng Perlu Menjadi Perhatian Bersama Agar Stabilitas Pangan Di Sragen Tetap Terjaga. Ia Juga Menekankan Pentingnya Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Bagian Dari Pelaksanaan Program MBG.
“Pemberdayaan Ini Penting Untuk Ngopeni Anak-Putu Kita. Kalau Bisa isa Nandur Ya Nandur, Supaya Sayur Bisa Dijual Ke SPPG. Ini Peluang Dan Sekaligus Tanggung Jawab Bersama,” Ucapnya.
Dari Target 85 SPPG Di Sragen, Saat Ini Baru Sekitar 50 Yang Beroperasi. Sisanya Akan Terus Didorong Untuk Mempercepat Operasional Bersama Tim Terkait.
Sedangkan Terkait Kewenangan Perizinan Dan Penetapan SPPG, Sebagian Besar Berada Di Pemerintah Pusat, ztermasuk Yayasan Atau Lembaga Pengelola. Namun Demikian, Satgas Kabupaten Tetap Memiliki Tugas Pengawasan, Termasuk Koordinasi Dengan Dinas Kesehatan Dan Dinas Pendidikan, Terutama Terkait Pemeriksaan Menu Dan Keamanan Pangan Anak Sekolah.
“Satgas Kabupaten Bertugas Menjaga, Memastikan Semua Steril, Memastikan Anak-Anak Kita Aman. Kita Bekerja Bersama Dinas Terkait. Ini Kerja Bareng, Tidak Bisa Sendiri-Sendiri,” Tutupnya. (Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)
