Program Percontohan Desa Gemantar Sragen Jadi Kencan Bumil Untuk Tekan AKI

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com.  Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen ditunjuk menjadi salah satu program Pilot Project Kencan Bumil (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil), sebuah gerakan kolaboratif Lintas Sektor Untuk Menekan Angka Kematian Ibu (AKI) Di Jawa Tengah.

Hal itu ditandai dengan diluncurkannya Program Kencan Bumil dan SIM PKK (Sistem Informasi Manajemen Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Ny. Nawal Arafah Yasin, saat acara puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dipusatkan di Lapangan Desa Nglangitan, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti secara Virtual oleh TP PKK Kabupaten Sragen dari Sragen Command Center. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Ketua TP PKK Sragen Ny. Supami Suroto, Ketua IV Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan PKK Sragen Ny. drg. Anna Susanti, Perwakilan Dinas Kesehatan Sragen, Ketua Pokja IV Ny. Hartini Dwiyanto, serta Kader PKK Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan.

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengatakan Program Kencan Bumil merupakan gerakan kolaboratif untuk mengenali dan menyatukan kesehatan Ibu Hamil secara berkelanjutan.

Berdasarkan data, tren angka kematian ibu di Jawa Tengah dalam lima tahun terakhir menunjukkan penurunan signifikan. Pada Tahun 2021 tercatat sebanyak 1.011 kasus AKI, kemudian turun menjadi 485 kasus pada tahun 2022, 438 kasus pada tahun 2023, 427 kasus pada Tahun 2024, hingga menjadi 337 kasus pada Tahun 2025.

Meski mengalami penurunan cukup drastis, menurutnya angka tersebut masih perlu terus ditekan. Oleh karena itu, inovasi Kencan Bumil dihadirkan sebagai bentuk komitmen memperkuat layanan kesehatan Ibu Hamil.

“Program ini mencakup penjangkauan Ibu Hamil langsung ke rumah, peningkatan pengetahuan melalui edukasi, serta pendampingan pemeriksaan kehamilan, pemantauan hingga pengawalan persalinan dan pasca melahirkan,” ujarnya. Dalam pelaksanaannya, program tersebut melibatkan kader PKK, Posyandu, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Setiap Kader ditargetkan mendampingi Satu Ibu Hamil mulai fase prahamil, masa kehamilan, persalinan hingga nifas.

Nawal menambahkan, Kencan Bumil merupakan penyempurnaan dari program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng. Selain mempercepat penurunan AKI, program ini juga bertujuan menekan angka kematian bayi (AKB), memperkuat deteksi dini risiko kehamilan, meningkatkan cakupan ANC dan layanan USG, hingga mendukung intervensi Stunting Pada Balita.

“Sejak awal kehamilan hingga persalinan, Ibu Hamil dipastikan mendapatkan akses layanan kesehatan sesuai standar, termasuk kepemilikan JKN, BPJS maupun program UHC,” jelasnya.

Sejauh ini sudah ada Empat Daerah yang ditunjuk sebagai pilot project program tersebut, yakni Kabupaten Sragen, Blora, Kebumen, dan Kota Pekalongan.

Sementara itu, Ketua IV Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan PKK Sragen, Ny. drg. Anna Susanti, menyampaikan rasa syukur karena Kabupaten Sragen menjadi Salah Satu Daerah Percontohan Program Tersebut.

“Alhamdulillah Kabupaten Sragen menjadi Salah Satu Pilot Project. Monggo sesarengan kita mendukung dan mendukung bersama-sama program Kencan Bumil ini,” ujarnya.

Ia meminta seluruh kader PKK tetap semangat menjalankan program selama Satu Tahun ke depan karena manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Program ini bukan untuk PKK semata, tapi untuk masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada kader-kader yang siap melaksanakan pilot project ini. Mari saling mendukung agar program Kencan Bumil di Kabupaten Sragen berjalan dengan baik,” tandasnya. (Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *