Lomba Masak Jagung Di Sribit, Nawal Tekankan Pentingnya Pangan B2SA

NEWS

SRAGEN (inspirasiline.com) Jagung tak sekadar menjadi bahan pangan alternatif, tetapi juga bisa diolah menjadi beragam menu bergizi untuk keluarga. Pesan tersebut mengemuka saat Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Ny. Nawal Arafah Yasin menghadiri Lomba Masak Antar-RT se-Kelurahan Sribit, Kecamatan Sidoharjo, di Balai Desa Sribit, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang mengangkat jagung sebagai bahan utama tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkreasi sekaligus mengkampanyekan pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).

Dalam kunjungannya, Nawal didampingi Bupati Sragen Sigit Pamungkas, Ketua TP PKK Kabupaten Sragen Ny. Linda Sigit Pamungkas, perwakilan TP PKK Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Sragen, Camat Sidoharjo, serta Ketua TP PKK Kecamatan Sidoharjo.

Nawal menyambut baik inisiatif masyarakat dan TP PKK Kelurahan Sribit yang menjadikan lomba masak sebagai sarana edukasi diversifikasi pangan.

“Ini luar biasa. Pak Lurah dan ibu-ibu sudah bisa menginisiasi lomba masak yang sangat luar biasa ini,” ujar Nawal.

Menurutnya, diversifikasi pangan penting untuk mendorong masyarakat tidak bergantung pada satu jenis sumber karbohidrat. Selain nasi, bahan pangan lokal seperti jagung, ketela, dan tepung mocaf dapat diolah menjadi berbagai makanan yang menarik dan bernilai ekonomi.

“Kita harus tidak boros makan dan perlu mendiversifikasi makanan. Tidak hanya makan nasi, tetapi juga olahan karbohidrat lain seperti jagung,” jelasnya.

Nawal juga mendorong pemanfaatan tepung mocaf sebagai salah satu bahan pangan lokal yang potensial. Ia mencontohkan produk mi berbahan tepung mocaf yang menjadi salah satu produk paling diminati dalam festival makanan yang digelar di Jakarta.

Ia berharap inovasi pengolahan pangan terus dikembangkan agar kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi sekaligus membuka peluang usaha baru.

“Ibu-ibu terus tingkatkan inovasi bagaimana meningkatkan B2SA. Hari ini temanya jagung, mungkin lain waktu bisa ketela atau bahan pangan lokal lainnya. Pokoknya semangat terus untuk B2SA,” pesannya.

Lomba masak tersebut diikuti peserta dari berbagai RT di Kelurahan Sribit. Para peserta mengolah jagung menjadi beragam menu dengan memperhatikan cita rasa, penyajian, nilai gizi, kebersihan, serta kekompakan tim.

Hasil penilaian menetapkan Juara 1 diraih nomor meja 08 dengan nilai 97, Juara 2 nomor meja 16 dengan nilai 95, dan Juara 3 nomor meja 03 dengan nilai 94.

Sementara Juara Harapan 1 diraih nomor meja 02 dengan nilai 93 dan Juara Harapan 2 nomor meja 15 dengan nilai 92.

Nawal menilai antusiasme peserta menunjukkan bahwa edukasi pangan dapat dikemas secara menarik dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Terima kasih, ibu-ibu. Tetap semangat dan jangan lupa terus menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak boros pangan. Terus berkontribusi melalui PKK dan Posyandu untuk masyarakat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, TP PKK mendorong masyarakat untuk semakin kreatif memanfaatkan pangan lokal sekaligus membangun kebiasaan konsumsi yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *