SRAGEN (inspirasiline.com) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen terus mendorong Masjid agar tidak hanya menjadi Pusat Ibadah, tetapi juga tumbuh sebagai ruang Pemberdayaan Umat dan Penggerak Ekonomi Masyarakat. Masjid yang berdaya dan mandiri dinilai dapat memberi manfaat lebih luas bagi jamaah sekaligus masyarakat di sekitarnya.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Sragen Sigit Pamungkas dalam Pengukuhan Pimpinan Daerah Dan Pimpinan Cabang Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sragen Masa Bakti 2025–2030 di Pendopo Sumonegaran, Rumah Dinas Bupati Sragen, Kamis (3/9/2026). Pada kesempatan tersebut, Muh Nursalim dikukuhkan sebagai Ketua DMI Kabupaten Sragen bersama 55 pengurus dan bidang.
Bupati Sigit Pamungkas berharap DMI dapat menjadi Akselerator Pembangunan Dan Pemajuan Kabupaten Sragen melalui Masjid. Berbagai program yang diinisiasi Pemkab Sragen untuk mengadvokasi masyarakat, termasuk kelompok yang terpinggirkan, menurutnya pada akhirnya juga menyentuh Umat Islam.
“Saya yakin Masjid tanpa bantuan Pemerintah bisa terbangun, namun Masjid yang berdaya masih jarang. Jadi, saya sangat mendukung Masjid-Masjid yang berdaya, mandiri, dan pada akhirnya bisa menghidupi Masyarakat di sekitarnya,” katanya.
Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui Program Festival Masjid Preneur yang menghubungkan aktivitas Masjid dengan Penguatan Ekonomi Masyarakat.
Ketua Pimpinan Wilayah DMI Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Rofiq menilai Festival Masjid Preneur menjadi langkah positif dalam menghidupkan Fungsi Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat. Menurutnya, potensi tersebut sangat besar dikembangkan di Sragen karena saat ini terdapat 1.772 Masjid dan jumlahnya masih akan terus bertambah.
“90 Persen Jalan Rezeki ada di dagang. Maka, dengan adanya Festival Masjid Preneur, sesungguhnya Pemkab Sragen sudah menjalankan teladan Rasulullah SAW. Dari masjid, Rasulullah tidak hanya menjalankan peran keagamaan, tetapi juga memimpin Pemerintahan, membangun kehidupan bermasyarakat, serta memberikan teladan dalam aktivitas perdagangan,” ujarnya. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)
