BOYOLALI (inspirasiline.com) Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa bersama Komando Distrik Militer (Kodim) 0717 Grobogan melalui Komando Rayon Militer (Koramil) 14/Karangrayung, Kepolisian Sektor (Polsek) Karangrayung, Pemerintah Desa Ketro, dan masyarakat melaksanakan kegiatan sosialisasi, penyuluhan, serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pos Larangan, wilayah kerja Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Larangan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ketawar, pada Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi Karhutla sekaligus membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan. Upaya tersebut menjadi semakin penting, terutama pada musim kemarau ketika kondisi cuaca panas dan curah hujan rendah meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
Hadir dalam kegiatan tersebut Babinsa Desa Semanggi Koramil 14 Kecamatan Karangrayung Peltu Suratno, beserta anggota, Kapolsek Karangrayung, AKP Sunarto berserta anggota, Wakil Administratur/KSKPH Telawa Julie Irahadi, jajaran Perhutani BKPH Ketawar dan BKPH Karangrayung, beserta perangkat desa serta masyarakat Desa Ketro.
Administratur KPH Telawa melalui Wakil Administratur/KSKPH Telawa, Julie Irahadi, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi dan kepedulian dari seluruh pihak. Perhutani bersama TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat harus terus membangun komunikasi serta komitmen meningkatkan pengawasan terhadap kawasan hutan, khususnya saat musim kemarau yang panjang serta curah hujan rendah.
“Diperlukan sinergi dengan semua pihak dan kepedulian masyarakat akan bahaya kebakaran hutan dan lahan. Dengan sosialisasi ini diharapkan dapat menekan dan pencegahan dini terjadinya Karhutla.”ujar Julie.
Sementara itu, Babinsa Desa Ketro Koramil 14/Karangrayung, Suratno menghibau kepada masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran dalam pengelolaan lahan hutan. Menurutnya, masyarakat harus memiliki kepedulian sejak dini terhadap kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal maupun kawasan hutan.
Suratno menyampaikan bahwa jajaran TNI bersama dengan Perhutani, Polri, dan pemerintah desa siap melakukan pencegahan maupun penanganan apabila terjadi Karhutla. Ia juga mengajak masyarakat segera memberikan informasi apabila menemukan adanya titik api yang berpotensi terjadinya Karhutla.
“Bila dijumpai Karhutla jangan sampai kita terlambat mengetahui adanya kebakaran. Apabila ada asap atau titik api, segera laporkan. Lebih baik kita mencegah sejak awal daripada api sudah membesar dan sulit dikendalikan,” tegas Suratno.
Pada kesempatan itu Kapolsek Karangrayung, AKP Sunarto, menyampaikan bahwa Polri akan terus mendukung kegiatan sosialisasi pencegahan Karhutla serta melalui pemantauan dan patroli bersama ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah yang berpotensi merambat ke kawasan hutan.
“Kami selalu memantau dan melakukan patroli rutin, serta tidak segan-segan menidak proses hukum bilamana terdapat oknum dengan sengaja melakukan pembakaran hutan. Dengan kegiatan ini kami mengajak masyarakat unrtuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan” Ujar Sunarto.
Perwakilan dari masyarakat yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua LMDH desa Ketro, Nasikun menyampaikan peran masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan dalam membantu Perhutani melakukan pencegahan Karhutla. Dengan kelestarian hutan yang terjaga baik akan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat desa Ketro.
“Dengan kegiatan ini semoga kesadaran pencegahan Karhutla bisa lebih ditingkatkan, mengingat pentingnya kelestarian hutan bagi masyarakat desa hutan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan msayarakat.” ujar Nasikun. (jk/W3P)
