TEGAL (inspirasiline.com) Ngomongin soal totalitas dalm dunia pendidikan, sosok Bapak Darsono ini memang patut diacungi jempol. Kepala SD Negeri Suradadi 04, Kabupaten Tegal, ini punya gaya kepemimpinan yang nggak kaku, tetapi sarat prestasi dan keteladanan.
Berpostur atletis, hobi berolahraga, dan selalu tampil berwibawa, pria yang tinggal di Jalan H.S. Ruslan, Kelurahan Kemandungan, Kota Tegal ini punya prinsip hidup yang cukup dalam: esensi kepemimpinan adalah seni mempermudah urusan orang lain.
Buat ukuran kepala sekolah, rekam jejak pengabdian Darsono di birokrasi pendidikan terbilang matang. Resmi diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada 1 Maret 1998, ia mengawali langkahnya dari bawah dengan melanglang buana di berbagai SD di Kabupaten Tegal. Mulai dari SD Purwahamba 02, SD Purwahamba 01, SD Kertasari 02, hingga SD Jatilawang 02. Kariernya terus menanjak hingga dipercaya memegang tampuk kepemimpinan sebagai kepala sekolah di SD Sidaharjo 01, dan sejak tahun 2019 hingga sekarang memimpin penuh di SD Negeri Suradadi 04.
Di bawah komandonya, sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Tegal ini mengalami banyak perubahan positif. Lewat kelihaiannya merangkul berbagai program pemerintah, Darsono sukses mendatangkan kucuran Dana DAK untuk membangun ruang kelas baru menata lingkungan sekolah agar makin asri, hingga merenovasi delapan lokal ruang kelas dengan kualitas jempolan.
Hebatnya lagi, ketika sekolah ini sempat jadi salah satu lokus penilaian pelayanan publik oleh Ombudsman pada tahun 2025, Darsono justru menjadikannya pelecut semangat untuk membawa SD Negeri Suradadi 04 makin transparan dan profesional.
Di luar kesibukannya mengurus sekolah.
Darsono ternyata adalah sosok “family man” sejati. Dari pernikahannya, ia dikaruniai tiga orang anak yang hebat-hebat. Anak sulungnya yang lahir tahun 1993 kini berdinas sebagai ASN di Kementerian Perhubungan dan bertugas di Brebes. Anak kedua yang lahir tahun 2000 memilih merantau jauh ke Taiwan sejak 2019 demi merampungkan studi S2-nya. Sementara si bungsu yang berjenis kelamin perempuan sedang menikmati kuliah semester tiga di jurusan PGSD UNNES benar-benar menurunkan darah pendidik dari sang ayah.
Keseharian Darsono di sekolah juga jauh dari kesan galak. Hobbynya di bidang olahraga seolah menular ke lingkungan sekolah. Siapa sangka, berkat lokasinya yang strategis dekat lapangan bola serta dukungan guru olahraga yang merupakan mantan atlet renang nasional, SD Negeri Suradadi 04 kerap jadi cetakan bibit-bibit unggul untuk cabang sepak bola dan renang.
Bagi Darsono, jabatan bukan sekadar kursi kekuasaan, melainkan sarana untuk menebar manfaat seluas-luasnya. Selagi masih diberi tenaga dan kesempatan, ia ingin sisa hidupnya dihabiskan untuk membahagiakan dan meringankan beban sesama sebuah filosofi sederhana yang justru membuat kehadirannya selalu dirindukan dan diandalkan oleh anak didik, para guru, dan masyarakat luas. (Abiet Sabariang)
