Drainase Sudah Lama Tak Diperbaiki, Wilayah Kalijambe Banjir Bandang

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com       

WILAYAH Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jumat (12/2/2021) petang banjir bandang, tepatnya di jalan Solo-Purwodadi. Penyebab utamanya drainase sudah lama tidak diperbaiki.

Banjir dadakan setinggi hampir 50 sentimeter itu bahkan terjadi dua kali dalam rentang dua jam.

Selain mengganggu arus kendaraan, banjir juga membuat sejumlah kendaraan macet saat berusaha menerobos genangan air.

WARGA membantu dua wanita pengendara berboncengan yang terjebak banjir di jalan raya Solo-Purwodadi.

Parahnya, banjir bandang di jalan raya pintu masuk Sragen dari arah Solo dan Karanganyar itu bukan kali pertama terjadi. Dalam kurun dua tahun terakhir, sudah dua kali ini terjadi. Dari catatan inspirasiline.com, banjir bandang serupa juga pernah terjadi 5 Februari 2020 lalu, dengan ketinggian hampir sama.

“Ya, memang sudah berkali-kali dan rata-rata ketinggian banjirnya hampir sama segitu. Penyebabnya karena saluran drainase yang mampet, sehingga air tak bisa terbuang,” ungkap Camat Kalijambe Rusmanto, saat dihubungi inspirasiline.com melalui ponselnya, Sabtu (13/2/2021) pagi.

Rusmanto mengatakan, pihaknya juga sudah berulangkali melaporkan hal itu kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Sragen.

Menurutnya, DPUPR Sragen sudah meneruskan ke dinas terkait di Provinsi Jawa Tengah (Jateng), mengingat jalur itu merupakan ruas jalur provinsi. Namun hingga kini belum juga ada perbaikan saluran drainase di titik yang sering memicu banjir itu.

“Sudah pernah diukur juga dari petugas provinsi. Tapi sampai sekarang belum juga diperbaiki. Kalau setiap hujan deras selalu terjadi genangan seperti itu,” ujar Rusmanto setengah kecewa.

Data yang dihimpun inspirasiline.com, banjir sore kemarin, tepatnya terjadi di ruas jalan mulai depan Puskesmas Kalijambe hingga ke Toko Sentra Mebel di wilayah Dukuh Katangturi, Desa Banaran, Kalijambe.

Kepala Pelaksana Harian Badan Pebanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Sugeng Priyono mengatakan, banjir genangan air itu terjadi pukul 17.00. Banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur beberapa jam sebelumnya.

“Iya, benar ada genangan air di ruas jalan raya Solo-Purwodadi di Dukuh Katangturi, Desa Banaran, Kalijambe. Ketinggian sekitar 20-30 centimeter. Terjadi akibat intensitas curah hujan yang tinggi sejak pukul 15.30,” ungkap Sugeng Priyono, Jumat (12/2/2021) malam.

Menurutnya, dampak banjir dadakan itu membuat sebagian besar jalan raya Solo-Purwodadi di Banaran tergenang antara 20-30 cm, mengakibatkan arus lalu lintas terganggu. Meski demikian tidak ada korban jiwa.

Banjir di ruas jalan Kalijambe itu juga ramai di media sosial setelah ada warga yang mengunggah videonya. Dalam video berdurasi 25 detik itu, terlihat sepanjang jalan raya di Kalijambe tertutup genangan air cukup deras setinggi hampir 50 cm atau selutut orang dewasa.

Beberapa pemotor yang menerobos, terpaksa harus menuntun kendaraannya karena mogok, akibat mesin mati.

Camat Rusmanto tak menampik banjir di ruas jalan Kalijambe itu sempat ramai beredar di media sosial.

“Luapannya terjadi dua kali. Jam 17.00 dan jam 19.00, pemicunya curah hujan tinggi dan saluran drainase mampet, sehingga air meluber menggenangi jalan raya,” ujar Rusmanto.***

Bagikan ke:

1 thought on “Drainase Sudah Lama Tak Diperbaiki, Wilayah Kalijambe Banjir Bandang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *