“Gerakan Nahdliyin Sadar Data” Sasar Kecamatan Kandangan

NEWS

Penulis: Mutabingun
TEMANGGUNG | inspirasiline.com

PENGURUS Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Temanggung menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Strategis Nahdlatul Ulama (SISNU) untuk Sensus Warga NU di Kecamatan Kandangan. Acara dihelat di Aula Gedung Majelis Wakil Cabang (MWC) Kecamatan Kandangan, Minggu (23/8).

Dihadiri Koordinator Tim Sensus PCNU Temanggung Miftahuddin serta tiga admin, Zunaeni, Jakfar Shodiq, dan Mahsun, acara diikuti beberapa perwakilan dari 16 desa  di Kecamatan Kandangan yang ditugaskan sebagai calon Operator Ranting.

Sosialisasi dan Bimbingan Teknis digelar untuk menyukseskan program SISNU yang digalakkan PWNU Jawa Tengah, karena selama ini belum ada pemutakhiran (upgrade) data yang menunjukkan secara pasti berapa warga nahdliyin yang tercatat dalam angka statistik.

Untuk mendukung program tersebut, Tim Sensus PCNU Temanggung turut menggelorakannya dengan slogan “Gerakan Nahdliyin Sadar Data”.

KOORDINATOR Tim Sensus PCNU Temanggung Mitahuddin bersama tiga admin tim, Zunaeni, Jakfar Shodiq, dan Mahsun.

Mahsun, salah satu admin Tim Sensus PCNU Kabupaten Temanggung menjelaskan latar belakang pelaksanaan sensus warga NU.  Menurutnya, secara perhitungan, jumlah warga NU di Kabupaten Temanggung belum jelas, karena masih bersifat hitung-hitungan saja. Belum ada data resmi untuk menunjukkan jumlah secara pasti.

“Sebagai organisasi islam terbesar di Indonesia, jangan sampai kalau kita ditanya soal jumlah warga NU, kita hanya bisa menjawab ‘banyak’ saja, tanpa bisa menyebutkan angka,” tuturnya.

Terkait hal itu, Ketua MWC Kecamatan Kandangan Komari mengingatkan pentingnya pendataan warga NU, khususnya di Kecamatan Kandangan yang mayoritas penduduknya, hampir 70% adalah warga nahdliyin.

Setelah dibekali, peserta Bimtek diarahkan untuk mengisi formulir yang digunakan untuk mendaftarkan Operator Ranting ke akun SISNU. Mereka juga diberikan formulir versi cetak yang digunakan untuk mendata warga secara manual sebelum di-input ke akun SISNU, yang sekaligus merupakan data induk sebagai bukti bahwa warga yang didata jelas-jelas sudah rela/setuju menjadi jemaah/anggota NU.

baca juga:  SMKN 1 Mondokan Diduga Wajibkan Pembelian Seragam melalui Pihak Ketiga

Tambah Personel
Untuk meringankan tugas pendataan dan input jemaah, Operator Ranting disarankan untuk menambah personel di setiap dusun atau RW. “Harapannya, agar mereka (operator) bisa melakukan pendataan dan identifikasi dengan mudah, tepat, cepat, serta menyasar aktif ke setiap ranting-ranting,” jelas Koordinator Tim Sensus PCNU Temanggung Miftahuddin.

Setiap warga yang sudah didata, selanjutnya akan diarahkan ke Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (KARTANU). Dari kepemilikan KARTANU tersebut, warga nahdliyin akan terintegrasi dengan SISNU.

Pendataan jemaah ini ditargetkan tuntas Desember mendatang. “Mengingat waktu yang sangat singkat itu, maka kepada para Operator Ranting diimbau untuk segera memulai pendataan jemaah dengan formulir yang sudah dibagikan pada saat Bimtek,” tandas Miftahuddin.***

PESERTA Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SISNU untuk Sensus Warga NU di Kecamatan Kandangan, di Aula Gedung MWC Kecamatan Kandangan, Minggu (23/8).
Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *