Di Jateng, Pati Kabupaten Paling Tinggi Risiko Penularan Covid-19

NEWS

Penulis: Yon Daryono
PATI | inspirasiline.com

KABUPATEN Pati menjadi satu-satunya daerah di Jawa Tengah yang masuk dalam zona risiko paling tinggi dalam penularan Covid-19.

Dalam siaran pers Satgas Penanganan Covid-19 yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Pati bersama dengan 27 kabupaten/kota se-Indonesia di berbagai provinsi, berubah dari zona risiko sedang menjadi tinggi penularan virus Corona.

Bupati Pati Haryanto menyebut, angka kasus Covid-19 di Kabupaten Pati sejak Agustus hingga September ini terus mengalami kenaikan. Dia tak memungkiri, berbagai kluster muncul, dan ini harus segera diatasi.

“Kabupaten Pati merupakan wilayah di kurun Agustus-September memang tingkat penyebarannya cukup tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Oleh karena itu klaster-klaster harus diputus mata rantai penyebarannya,” ungkap Haryanto, Rabu (9/9/2020).

Dia menyebutkan, faktor yang mempengaruhi pertambahan kasus adalah aktivitas masyarakat yang tidak menggunakan masker dan menyepelekan protokol kesehatan.

Beberapa klaster tersebut, kata Haryanto, berasal dari klaster pasar. Lalu berlanjut ke klaster wilayah Pati utara. Kemudian klaster tenaga kesehatan, klaster rumah tangga, hingga klaster PNS.

“Semua sudah terdeteksi, kita lakukan tracing untuk menangani penyebaran virus,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, akumulasi persebaran Covid-19 di Kabupaten Pati dibandingkan dengan daerah lain, tergolong rendah.

“Namun selaku Ketua Gugus Tugas akan menjadikan peta risiko tinggi sebagai peringatan agar penanganan Covid-19 di Kabupaten Pati lebih diperketat,” tegasnya.

Bupati mengakui, kesadaran masyarakat Pati dalam hal penerapan protokol kesehatan dinilai masih kurang. Dia pun mengimbau agar masyarakat lebih waspada.

“Upaya untuk mengatasi zona risiko tinggi, kita akan menegakkan protokol kesehatan dengan ketat sesuai dengan Instruksi Presiden, juga Perbup Nomor 49 Tahun 2020 dan regulasi penanganan Covid-19,” terang Haryanto. “Seluruh elemen masyarakat Pati harus bersama-sama dalam memutuskan mata rantai penyebaran virus tersebut. Besok bersama Forkopimda akan menggelar rapat untuk memaksimalkan pelaksanaan protokol kesehatan,” pungkas Haryanto.***

Bagikan ke:
baca juga:  Ganjar Minta Blora Waspadai Klaster Ujicoba PTM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *