Ketoprak Wahyu Dwijo Aji, Bukti Kantor Kemenag Peduli Seni

ENTERTAINMENT

Penulis: Mutabingun | Editor: Dwi NR
TEMANGGUNG | inspirasiline.com

Untuk mewujudkan sebuah keindahan kebhinnekaan dalam satuan kerja serta memperkenalkan kekayaan seni budaya nusantara, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Temanggung mengedukasi masyarakat lewat peluncuran Ketoprak Wahyu Dwijo Aji.

SEMUA bermula dari raihan Juara I Senam Tingkat Kabupaten dalam kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) gelaran Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, tahun lalu.

Dari situlah, kebersamaan antarguru-guru, penyuluh, pegawai, dan karyawan Kemenag mulai terbangun.

RAPAT koordinasi secara lesehan Ketoprak Wahyu Dwijo Aji di Gedung PC NU Temanggung. || KLIK gambar untuk menonton VIDEO-nya!

Ketoprak Wahyu Dwijo Aji sendiri terbentuk setelah Kemenag meraih Juara III Lomba Ketoprak Antarguru Se-Kabupaten Temanggung, yang digelar PGRI Kabupaten Temanggung.

Sejak itulah, kesenian ketoprak bentukan Kemenag ini mulai manggung di beberapa acara hingga tampil di sebuah stasiun televisi.

Perjalanan itu berlanjut hingga saat ini, bahkan semakin eksis dan selalu diuri-uri.

“Prestasi itu menjadi suatu kebanggaan bahwa Kementerian Agama tidak murni harus mengkaji agama saja, melainkan juga ada nilai edukasi, bisa berbaur dengan masyarakat, dan bisa menjadi yang terbaik untuk bidang yang lain,” kata Suswanto, ketua Organisasi Kesenian Kebudayaan Ketoprak Wahyu Dwijo Aji, usai rapat koordinasi di Gedung PC NU Temanggung, Kamis (19/11/2020).

TEGUH Megantara (kiri), Romo Suyadi, dan Suswanto (kanan). || KLIK gambar untuk menonton VIDEO-nya!

Dalam acara tersebut, Suswanto bersama Sutradara Romo Suyadi mengajak kepada para guru, pegawai, penyuluh, dan karyawan Kemenag yang tergabung dalam kesenian Ketoprak Wahyu Dwijo Aji untuk melanjutkan latihan jelang pentas, beberapa waktu ke depan.

Tak hanya itu, Suswanto juga membagikan peran, dengan menunjuk langsung kepada para peserta rakor, sekaligus menjelaskan karakter masing-masing tokoh yang ada dalam naskah.

Perkenalkan Seni Budaya
Penata Bahasa dan Sastra Teguh Megantara kepada inspirasiline mengatakan, terbentuknya kesenian ketoprak ini adalah untuk lebih memperkenalkan kekayaan seni budaya yang ada di nusantara serta keindahan Bhinneka Tunggal Ika, khususnya yang ada di Kantor Kemenag Kabupaten Temanggung.

baca juga:  Pokja Kampung KB Temanggung Kunjungi Purwo Kencana

Pihaknya berharap, melalui kesenian ketoprak ini akan semakin menumbuhkan rasa unggah-ungguh, tata krama, subosito, serta budi pekerti ingkang luhung sesama manusia.

Selebihnya, Teguh juga ingin megedukasi kepada para pecinta seni dan seluruh masyarakat bahwa inilah pentingnya kebudayaan.

“Sehingga anak cucu kita nanti ora mung uman ceritane, nanging biso weruh kasunyatane, ora luntur dening kahanan, tidak pernah pupus, tidak pernah padam oleh masa kini bahwa budaya di Indonesia ini benar-benar jaya,” tandasnya.

Dukungan Penuh
Rita Husada, seorang guru yang tergabung di kesenian ketoprak ini merasa sangat bersyukur karena telah mendapatkan dukungan penuh, baik dari instansi tempatnya bekerja.

“Sejak awal saat mengikuti Germas, kita sudah mendapat dukungan yang luar biasa dari kepala Kantor Kemenag Kabupaten Temanggung, sampai saat ini. Bahkan beliau ikut andil berperan dalam ketoprak yang akan dimainkan,” tuturnya.

SEGENAP anggota Ketoprak Wahyu Dwijo Aji usai rapat koordinasi di Gedung PC NU Temanggung. || KLIK gambar untuk menonton VIDEO-nya!

Layaknya organisasi kesenian yang lain, Ketoprak Wahyu Dwijo Aji juga mengalami beberapa hambatan, khususnya pada saat latihan.

Seperti yang dialami Luluk, salah satu pemain yang merasa kesulitan saat berlatih mandiri.

“Kehadiran pemain yang tidak kompak, cuaca yang tidak mendukung, ataupun jarak rumah masing-masing pemain dengan tempat latihan yang jauh juga menjadi salah satu penyebab kurangnya kekompakan,” bebernya.

Jiwanya Ilmu
Romo Suyadi, sutradara ketoprak mengatakan, nama Wahyu Dwijo Aji itu diambil dari Bahasa Jawa.

Wahyu itu berarti ilmu, dwijo itu guru, dan aji itu berharga. Namun ‘AJI’ sendiri merupakan singkatan dari Anggayuh Jatining Ilmu, yang artinya menggapai jiwanya ilmu. Jadi, harapanya dengan nama tersebut, para guru yang bergabung dalam kesenian ketoprak ini, karena sudah berhasil mendapatkan jiwanya ilmu, maka akan selalu dihargai dan dihormati,” jelasnya.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *