Ketua RAPI Jateng: Penggunaan Frekuensi Harus Kedepankan Kepentingan Kemanusiaan

NEWS

Penulis: Abiet Sabariang
TEGAL | inspirasiline.com

RADIO Antar Penduduk Indonesia (RAPI), sebuah organisasi masyarakat yang mewadahi para penghobi komunikasi pengguna radio komunikasi VHF, sampai saat ini masih tetap eksis, meski teknologi digital semakin berkembang. Terbukti dengan kian bertambahnya jumlah anggota RAPI di Jawa Tengah.

“Semangat anggota RAPI tidak akan surut dalam menggunakan radio komunikasi dan ini terbukti dengan semakin bertambahnya anggota RAPI di Jawa Tengah,” kata Ketua RAPI Jawa Tengah Didik S Nadrel saat ditemui inspirasiline.com di acara Musyawarah Wilayah (Muswil) VII RAPI Wilayah 15 Kota Tegal, di Rumah Makan Rakapok Tegal, Minggu (6/12/2020).

KETUA RAPI Jateng Didik S Nadrel (kanan) menyerahkan Bendera Paraka RAPI kepada Ketua RAPI Wilayah 15 Kota Tegal Imam Mintarso.

Sejak terpilih sebagai Ketua RAPI Jateng, 2013 silam, Didik yang memiliki callsign JZ.11.DDK mengungkapkan bahwa anggotanya saat hanya 2.400 orang. Kini, di jabatan periode kedua Didik, yang akan berakhir 2021 mendatang, anggotanya sudah mencapai 7.800 orang, tersebar di 35 daerah di Jateng.

“Hal itu bukti bahwa RAPI memiliki sumber daya manusia yang siap untuk membantu dalam tugas kebencanaan. Kapan dan di mana saja ada kebencanaan di daerah, anggota RAPI harus ada dan siap membantu,” tegas Didik.

Itulah sebabnya, Didik berharap, para pengurus wilayah harus bisa bersinergi dengan dinas terkait, terutama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam membantu kegiatan yang bersifat darurat atau kebencanaan (10.33).

Terkait rencana perubahan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 17 Tahun 2018 tentang Radio Amatir dan Radio Antar Penduduk Indonesia, menurut Didik, perubahan regulasi perundang-undangan merupakan hal biasa di setiap kementerian.

“Jadi tidak usah khawatir, ada skala khusus pada pasal 79 bahwa setiap pemilik izin pengguna RAPI harus menjadi anggota organisasi. Tapi hilangnya pasal 79, akan dikembalikan, diubah masuk pasal 101 sampai 113, yang pada prinsipnya bahwa hak-hak sebagai anggota radio amatir maupun RAPI tidak akan hilang,” ungkapnya.

baca juga:  Pesilat Kota Tegal, Atifa Fitmawati Raih Medali Emas Dalam Porprov Di Pati
PENANDATANGANAN berita acara pelantikan Pengurus RAPI Wilayah 15 Kota Tegal masa bakti 2020-2024.

Didik mengaku, dia dan pengurus lain di Jawa Tengah, pasti menyambut positip atas adanya perubahan tersebut.

“Meski kita belum tahu kapan pemberlakuannya, yang pasti tentu pemerintah akan memberi yang terbaik untuk organisasi komunikasi,” ujarnya.

RPU DIlarang
Ketika disinggung mengenai Radio Pancar Ulang (RPU) yang marak dibuat oleh lokal-lokal RAPI, meski di dalam AD/ART pendirian RPU dilarang, tapi kalau tujuannya untuk kedaruratan seperti dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, menurut Didik, silakan saja asal digunakan sebagaimana perlunya, yaitu untuk menyampaikan informasi yang bersifat kebencanaan. Sebab kalau menggunakan fasilitas RPU Jateng, yaitu di Gunung Prau, Candi Ceto, dan di Telomoyo tidak memungkinkan.

“Jadi silakan digunakan, selagi masih dibutuhkan untuk kedaruratan, meski kami sebagai pengurus daerah tidak melegalkan. Tapi kalau kepentingannya untuk kemanusiaan, silakan saja,” papar Didik.

Begitu juga keberadaan kepengurusan lokal, harus tetap ada, karena kepengurusan lokal merupakan kepanjangan tangan pengurus wilayah.

Kepengurusan Baru
Muswil VII RAPI Wilayah 15 Kota Tegal bertujuan untuk memilih kepengurusan masa bakti 2020-2024.

Setelah melalui proses sidang formatur yang dipimpin oleh Sekretaris RAPI Jawa Tengah H Iriyanto, berhasil menetapkan susunan kepengurusan RAPI Wilayah 15 Kota Tegal masa bakti 2020-2024.

Selaku Dewan Pengawas dan Penasehat Organisasi (DP2O) Wilayah, Ketua H Bambang Leksono (JZ.11.VOA), Wakil Ketua Heri Susanti (JZ.11.IHP), serta anggota Neno Heru Suwarsono (JZ.11.WOK) dan Baron Sudarmono (JZ.11.DLZ).

KETUA RAPI Wilayah 15 Kota Tegal Imam Mintarso.

Sedangkan untuk kepengurusan RAPI Wilayah 15 Kota Tegal, Ketua Imam Mintarso (JZ.11.DYP), Wakil Ketua Sudori (JZ.11.FMU) dan Supono (JZ.11.ELT), Sekretaris Kirno (JZ.11.GDY), Sekretaris II Imam Abu Dahrin (JZ.11.DHE), Bendahara Wasjanudin (JZ.11.LMA) dan Nuryanti (JZ.11.TGF).

Para pengurus dilantik oleh Ketua RAPI Jawa Tengah Didik S Nadrel, yang dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan dan penyerahan Bendera Paraka RAPI kepada Ketua RAPI Wilayah 15 Kota Tegal Imam Mintarso.

baca juga:  Nyinomani Ganjar-Mahfud Jalan Pancasila Kota Tegal Berubah Menjadi Merah

Imam Muntarso, ketua terpilih yang akrab dipanggil Yopi, dalam sambutannya menyampaaikan terimakasih kepada pengurus daerah yang telah memimpin jalannya muswil, sehingga kegiatan muswil bisa terlaksana dengan lancar.

Sementara Didik S Nadrel menyampaikan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Didik juga minta agar jajaran pengurus, baik wilayah maupun lokal segera mengagendakan untuk membahas program kerja empat tahun ke depan.

“Lebih cepat lebih baik, supaya para pengurus yang baru bisa berkiprah,” tandasnya.***

Bagikan ke:

2 thoughts on “Ketua RAPI Jateng: Penggunaan Frekuensi Harus Kedepankan Kepentingan Kemanusiaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *