Ketua DPRD Sragen Suparno: Nyawa Lebih Mahal dari Nilai Rupiah

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspurasiline.com

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sragen Suparno mendukung keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengajukan permohonan pembukaan kembali akses pintu perlintasan Siboto di Kalijambe, Sragen.

Hal itu mengingat keberadaan akses di situ juga sangat penting untuk kepentingan ekonomi, pendidikan, serta mobilitas ratusan masyarakat di Siboto dan sekitarnya.

Jika ditutup total, warga sangat kesulitan, karena harus memutar 4 sampai 5 kilometer melalui jalan lain.

Karenanya, Suparno berharap otoritas terkait segera membuka portal itu sembari menyiapkan petugas penjaga palang pintu yang bisa standby 24 jam.

“Harus segera dibuka, kasihan warga karena itu akses utama. Tidak perlu bertele-tele. Segera siapkan petugas yang bisa disiagakan 24 jam, kalau harus tiga shift ya nggak apa-apa, nanti anggaran dicukupi,” ujarnya kepada inspirasiline.com di ruang kerjanya, Kamis (17/12/2020).

Jika petugas resmi dari PT KAI tidak bisa, maka bisa memberdayakan petugas dari warga sekitar yang digaji. Sembari jalan, dia berharap setiap perlintasan yang penting, segera diberi peralatan seperti lampu suar dan sirine.

Menurutnya, penempatan petugas penjaga itu seyogianya segera dilakukan, sebagai solusi yang realistis dan bisa memberikan keamanan.

“Menurut saya, dengan ada petugas yang siap 24 jam bisa lebih aman. Kalau nggak bisa semua, ya mininal di titik perlintasan yang rawan dan sering terjadi kecelakaan dulu. Sambil dicarikan solusi terbaiknya. Intinya nyawa lebih mahal daripada nilai rupiah,” ungkapnya memberikan alternatif.

Penertiban Bangunan
Lebih lanjut, Suparno menyampaikan, selain penempatan petugas, PT KAI juga harus segera melakukan penertiban bangunan-bangunan warung dan kios yang berdiri di sekitar perlintasan.

Sebab, keberadaan bangunan itu turut andil menutupi jarak pandang pengendara yang hendak menyeberang, sehingga tak jarang memicu kecelakaan.

baca juga:  Perkuat Uji Usap, Posisi Sukoharjo Masuk Zona Oranye Covid-19

“Harus ditertibkan dan dibongkar semua, karena bangunan-bangunan itu yang jadi penghalang pandangan. Apalagi di Siboto itu karakternya kan tikungan,” jelasnya.

Tak hanya di Siboto, penertiban juga harus dilakukan pada bangunan di sepanjang perlintasan di Sragen Barat. Sebab keberadaan bangunan di tepi jalan dan mepet lintasan kereta itu juga memicu kemacetan lalu lintas.

“Sejak dulu jalur dari Kalijambe sampai Gemolong itu macet, karena salah satunya bahu jalan sangat sempit akibat kanan-kirinya ada bangunan-bangunan. Makanya kami minta, karena itu jalur provinsi. Pemkab harus segera koordinasi ke provinsi dan PT KAI, agar semua bangunan di dekat rel dan jalan itu ditertibkan,” tandas Sekretaris DPC PDIP Sragen ini.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *