Cegah Kerumunan, Misa Natal Dibagi Empat Gelombang

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

PENYELENGGARAAN Misa Natal di Gereja Santa Perawan Maria di Fatima Sragen, yang memiliki 3.000 orang jemaat dibagi empat gelombang. Pelaksanaan Misa Natal menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mengantisipasi persebaran Covid-19.

Dari 3.000 orang jemaat, pelaksanaan Misa Natal 2020 hanya diikuti 50 persennya. Pelaksanaan misa pun dibagi menjadi empat gelombang, untuk menghindari kerumunan.

Pelaksanaan misa dijaga aparat Polres Sragen bersama aparat dari Kodim, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen.

Aparat membantu mengatur lalu lintas di depan pos pengamanan sisi utara komplek gereja, Jalan Pattimura No 2, Mageru, Jumat (25/12/2020).

Ketua Panitia Natal Gereja Santa Perawan Maria di Fatima Sragen Agung Sanjaya menjelaskan, protokol kesehatan dijalankan secara ketat saat misa berlangsung.

Anggota jemaat yang ikut misa membawa kartu. Mereka masuk harus cuci tangan, disemprot hand sanitizer, dan cek suhu tubuh. Tempat duduk dalam gereja pun diatur berjarak 1,5 meter per orang.

“Fasilitas protokol kesehatan sudah memadai. Kami menerjunkan Satuan Tugas Covid-19 yang beranggotakan 32 orang per misa. Tempat cuci tangan ada delapan unit yang tersebar pada setiap pintu masuk gereja,” terang Agung, saat ditemui inspirasiline.com di sela-sela pelaksanaan misa, Jumat siang.

Agung menambahkan, thermo gun juga tersedia delapan unit. Satu unit untuk setiap pintu masuk gereja di Sragen itu selama Misa Natal.

Jaga jarak diterapkan dan untuk menghindari kerumunan, sesuai arahan Satgas Covid-19 Kabupaten Sragen, misa hanya diikuti 50 persen dari total anggota jemaat sebanyak 3.000 orang.

Misa Virtual
Tak hanya itu, Agung mengatakan, petugas melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi gereja sebelum dan sesudah misa. Sedangkan misa dibagi empat gelombang, yakni dua gelombang pada Kamis (24/12/2020) lalu dan dua gelombang pada Jumat (25/12/2020) ini.

Setiap gelombang diikuti anggota jemaat dengan jumlah yang bervariasi, antara 234-258 orang.

“Sisanya mengikuti misa secara virtual, karena misa disiarkan secara live melalui channel Youtube,” bebernya.

Sementara pelaksanaan Misa Natal di sejumlah gereja lainnya di Sragen digelar pada pagi hari. Sebagian umat Kristiani merayakan Natal di rumah.

“Perayaan Natal tahun ini berbeda dari tahun lalu, karena masa pandemi,” ungkapnya.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi melalui Kabag Ops Kompol Yohanes Trisnanto menyebut ada 98 gereja di 20 kecamatan yang menggelar perayaan Natal.

Mantan Kasat Reskrim ini mengatakan, puluhan gereja itu terbagi atas 38 gereja Katolik dan 60 gereja Kristen.***

Bagikan ke:

1 thought on “Cegah Kerumunan, Misa Natal Dibagi Empat Gelombang

  1. Do you have a spam problem on this website; I also am a blogger, and I was curious about your situation; many
    of us have developed some nice methods and we are looking to exchange techniques with others, please shoot me an e-mail if interested.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *