PPKM Diberlakukan, PKL Sukoharjo Protes

NEWS

Penulis: Supriyani
SUKOHARJO | inspirasiline.com

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo belum berencana merevisi regulasi yang mengatur tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), termasuk pembatasan jam operasional usaha kuliner.

Aktivitas usaha kuliner seperti restoran, warung makan, dan warung hik tetap dilarang beroperasi di atas pukul 19.00.

Penjabat (Pj) Sekda Sukoharjo Budi Santoso mengungkapkan, pembatasan jam operasional tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Sukoharjo No 400/061 tertanggal 8 Januari 2021.

“Belum ada revisi regulasi, masih mengacu pada SE Bupati Sukoharjo. Kami sudah menyosialisasikan kepada pelaku usaha dan bisnis sebelum penerapan PPKM,” katanya kepada wartawan, Selasa (12/1/2021).

Aturan PPKM Sukoharjo itu memuat beragam aktivitas usaha dan bisnis agar tak terjadi kerumunan massa, untuk menghambat laju persebaran pandemi Covid-19.

Dalam regulasi itu disebutkan, layanan makan di tempat di restoran, rumah makan, warung makan, dan pedagang kaki lima (PKL) maksimal sebesar 25 persen dari kapasitas tempat duduk dan tak boleh lebih dari 50 orang. Sementara layanan take away atau bungkus tetap diperbolehkan.

Sementara jam operasional restoran, warung makan, rumah makan, PKL, toko modern, kelontong, grosir, dan mal dibatasi maksimal pukul 19.00, selama PPKM diberlakukan di Sukoharjo.

“Saya memahami kondisi yang dirasakan para pelaku usaha. Namun, mereka juga harus memprioritaskan keselamatan masyarakat di masa pandemi Covid-19. Saya berharap, penerapan pembatasan kegiatan masyarakat mampu menekan kasus Covid-19 dan angka kematian pasien positif atau mortality rate,” ujarnya.

Budi dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sukoharjo telah menyosialisasikan kebijakan penerapan PPKM pada akhir pekan lalu. Mereka berkeliling ke 12 kecamatan dan bertemu langsung dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

baca juga:  Sahabat Nusantara Bintara Polri Angkatan 2019 Polres Sragen Gelar Bakti Sosial

Penjual Siomay
Sebelumnya, kebijakan pembatasan jam operasional bagi para pelaku usaha kuliner pada hari pertama PPKM menuai protes dari para pedagang.

Aksi protes itu disampaikan seorang penjual siomay, Abel yang menggelar lapak di citywalk di pinggir Jalan Jenderal Sudirman.

Video protes yang disampaikan Abel terkait pembatasan jam operasional usaha kuliner, viral di berbagai platform media sosial (medsos).

Dalam video tersebut, Abel membacakan sejumlah poin revisi Surat Edaran Wali Kota Solo yang memperbolehkan pelaku usaha berjualan menyesuaikan jam operasional masing-masing.

Menurut Abel, Bupati Sukoharjo selaku pemangku kebijakan harus arif dan bijak dalam mengambil keputusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Instruksi Mendagri No 1/2021 hanya mengatur tentang pembatasan jam operasional khusus mal atau pusat perbelanjaan maksimal pukul 19.00. Tidak ada batasan jam operasional untuk warung makan, restoran, atau PKL. Saya minta pemerintah mengkaji ulang kebijakan pembatasan jam operasional bagi pelaku usaha,” ujar Abel.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *