Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
HINGGA hari keempat pascamusibah pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) lalu, jenazah kakak beradik asal Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Suyanto (40) dan Riyanto (32), belum juga ditemukan.
Hingga Selasa (12/1/2021) ini, kedua orangtua mereka, Wagiyo-Wakiyem dan adiknya, masih berada di Jakarta untuk menunggu proses pencarian jenazah.
Untuk memudahkan proses identifikasi, sang ibu juga sudah menjalani tes DNA dan diambil data-data terkait ciri-ciri kedua kakak-beradik tersebut kepada tim DVI di RS Polri Jakarta.
“Sejak mendapat informasi, malam pada hari kejadian, bapak ibu dan adiknya langsung berangkat ke Jakarta. Informasi yang kami terima, ibunya sudah diambil sampel DNA-nya. Kalau bapaknya enggak,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Katelan Paidi, Selasa (12/1/2021).
Paidi mengungkapkan, dari keterangan adik korban yang saat ini masih di Jakarta, hingga hari keempat pencarian, belum ada tanda jenazah Suyanto dan Riyanto ditemukan.
Meski sudah ada informasi banyak potongan tubuh korban yang ditemukan, menurutnya belum ada yang mengarah pada Suyanto maupun Riyanto.
“Harapan kami dan warga, semua berdoa agar keduanya secepatnya bisa ditemukan,” tuturnya.
Sebelumnya, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati juga turut menyampaikan belasungkawa atas musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air itu. Dia berharap dua warga Katelan, Tangen yang turut berada di pesawat naas itu bisa segera ditemukan.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah tersebut. Mudah-mudahan para korban bisa segera ditemukan dan yang ditinggalkan diberikan ketabahan. InsyaAllah husnul khatimah,” ungkap Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Minggu (10/1/2021).
Orang nomor satu di jajaran Pemkab Sragen itu mengaku cukup terkejut saat mendengar kabar insiden hilangnya kontak pesawat naas tersebut .
“Kita berdoa untuk yang terbaik,” tuturnya.***
