Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
DIDASARI adanya permintaan plasma konvalesen, Palang Merah Indonesia (PMI) Sragen menghimpun data para penyintas Covid-19 untuk menjadi donor darah dari mantan penderita Corona yang sembuh tersebut.
Wakil Ketua I PMI Sragen Suwarno mengatakan, selama ini belum ada permintaan plasma darah dari rumah sakit (RS) di Sragen. Permintaan plasma darah justru dari RS di Solo.
“Sekarang, kami baru menghimpun data calon donor plasma. Kami sudah meminta data para penyintas Covid-19 dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soehadi Prijonegoro Sragen. Permintaan resmi lewat surat sudah. Komunikasi lewat lisan juga sudah, tapi belum mendapat jawaban. Kami masih menunggu kapan pun jawaban dari RSUD Sragen,” ujarnya kepada inspirasiline.com, Jumat (22/1/2021).
Suwarno mengungkapkan, PMI Sragen memang didorong oleh PMI Jawa Tengah untuk mendata calon pendonor dan melakukan penyadapan plasma darah. Namun, permasalahannya sumber daya manusia (SDM) PMI Sragen terbatas.
Dia menyebut, untuk penyadapan plasma darah satu orang saja membutuhkan waktu sampai enam jam.
Berbeda dengan donor darah biasa yang hanya memakan waktu lima menit. Apalagi permintaan donor darah itu banyak. Hariannya bisa 30-40 orang.
Tak Bisa Memaksa
Jika data penyintas Covid-19 itu sudah terhimpun, PMI Sragen masih melakukan screening untuk meminta kesanggupan yang bersangkutan menjadi donor plasma.
“Kalau mereka tidak mau, PMI tidak bisa memaksa, karena donor itu sifatnya sukarela. Seperti donor darah itu juga sukarela atas keinginan sendiri,” terangnya.
Bahkan, menurut Suwarno, bagi yang tidak rutin berdonor justru merasa badannya tidak enak. Kalau pas stok menipis, pihaknya minta ke komunitas atau pengumuman via media sosial, sudah langsung berdatangan.
“Kesadaran donor Sragen tinggi, tapi untuk plasma belum pernah,” bebernya.
Terpisah, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr Sri Subekti mencatat jumlah penyintas Covid-19 mencapai 3.635 orang.
Subekti tidak bisa menghitung secara matematis, berapa persen dari ribuan penyintas Covid-19 Sragen yang mau menjadi calon donor plasma di PMI, karena berkaitan dengan nurani.
Subekti menerangkan, calon donor plasma ada kriterianya. Antara lain hasil swab test polymerase chain reaction (PCR) pernah positif. Setelah isolasi mandiri selama 14 hari berikutnya tidak mengalami gejala yang mengarah Covid-19.
Kemudian, lanjutnya, hasil swab test PCR berikutnya menunjukkan hasil negatif dua kali.
“Calon donor ini perempuan yang belum pernah melahirkan. Perempuan atau laki-laki yang belum pernah melakukan transfusi darah sebelumnya,” paparnya.***
