Tegal-Inspirasiline.com. Sat Reskrim Polres Tegal masih terus mengejar pelaku pembunuhan terhadap warga Clogomas Desa Pakembaran Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal.
Seperti yang dijelaskan oleh Kasat Reskrim polres Tegal AKP Suyanto kepada awak media di ruang kerjanya Selasa 26/8/2015. Korban bernama Nurkholis bin Abdul Rosid (45) warga Clogomas Pakembaran Rt3/RW.7 Slawi Kabupaten Tegal tewas diduga dianiaya oleh pelaku yang bekas karyawannya.

Kronologis kejadian pada hari minggu 25/8/2024 sekitar pukul 16.30 korban bermaksud mau nonton pawai karnaval di alun-alun Slawi bersama keluarga. Setelah keluar dari rumah, ternyata di teras depan rumah ada seseorang yang sudah di kenalnya malah Korban sempat menanyakan ada apa, tapi tidak dijawab secara jelas oleh pelaku malah sebaliknya tiba-tiba pelaku memukul dan menyerang korban dengan menggunakan senjata tajam.
Akibat penganiayaan tersebut korban terkapar sampai berlumuran darah dan dilarikan ke rumah sakit namun setelah diperiksa korban sudah tak bernyawa lagi.

‘ Melihat korban tak berdaya pelaku melarikan diri bahkan sempat di lempar helem oleh istri korban dan sempat di kejar oleh anak korban tapi gagal dan kami terus mengejar tapi sampai siang ini (Senin 25/8 red) belum tertangkap .’ Jelas Suyanto.
‘ identitas pelaku sudah kami kantongi dan kami sudah menyisir ke wilayah wilayah tertentu sampai terminal stasiun pelabuhan tapi belum tertangkap. ‘ Jelas Suyanto.
Untuk motif pembunuhan kami dalami dulu untuk detailnya nanti akan disampaikan oleh Kapolres, jadi saya mohon kesabaran teman-teman wartawan yah.’ kata kasat reskrim.
‘ Untuk barang bukti ada berupa sepeda motor milik pelaku dan Sajam yang diduga untuk melukai korban pisau dan baju korban dan sudah ada empat saksi ya g dimintai keterangan. Sementara istri korban Siti Aminah yang saat kejadian menyaksikan langsung belum bisa dimintai keterangan, karena saat ditanya selalau menangjs.’ Jelas Suyanto.
Alvin salah seorang adik korban saat ditemui di rumah duka menuturkan. Korban sehari hari bekerja pada distributor sembako di Purwokerto dan seminggu sekali dia pulang.
‘ dulu sebelum covid pernah dagang ayam potong di pasar Trayeman Slawi dan pelaku pernah menjadi karyawanya. Selain bekerja pada distributor sembako korban juga guru ngaji bahkan sering mengisi kegiatan pengajian.’ jelasnya. (Biet)

Real Estate Nice post. I learn something totally new and challenging on websites