Di Balik Pemugaran Benda Cagar Budaya Komplek Pasar Bunder, Tercuat Kisah Mistis

INSPIRASIANA

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

KODIM 0725/Sragen memprakarsai pemugaran benda cagar budaya berupa Arca Durga Mahesa Suramardhini Mojo dan dua Yoni Mojo Sragen yang berada di kompleks Pasar Bunder, Kabupaten Sragen.

Benda peninggalan zaman prasejarah yang masuk tanah okupasi antara TNI, PG Mojo, dan Pemerintah Daerah (Pemda) Sragen itu sudah berulangkali coba dipindahkan dari lokasinya.

Namun di luar dugaan, benda cagar budaya arca dan yoni itu seolah memberikan perlawanan dengan kisah kesakralannya.

Menurut banyak cerita di sekitar lokasi, setiap ada yang berusaha memindahkan, maka yang memindahkan dihantui makhluk tak kasat mata yang meminta agar mengembalikan ke tempat semula.

Cerita kekuatan supranatural arca dan yoni itu diungkapkan Danramil 01 Sragen Kapten Cba Sugiyono kepada wartawan, Jumat (5/2/2021).

Kapten Cba Sugiyono mengatakan, sudah sering mendengar kisah seputar arca dan yoni tersebut.

“Awalnya, yoni dan arca ini berada di depan TK Kartika, lalu dipindahkan ke utara Koramil. Siapa yang mindah, kami nggak tahu persisnya. Tapi banyak yang menyampaikan, sewaktu dipindah, orang yang memindah itu selalu dihantui dan minta dipindah kembali. Akhirnya dikembalikan tapi di posisi saat ini,” ungkapnya.

Kapten Cba Sugiyono menjelaskan, keberadaan arca dan yoni itu memang tidak hanya di komplek Pasar Bunder saja. Namun juga tersebar di beberapa titik mulai barat PG Mojo, Desa Saradan, hingga di komplek Edupark, Gemolong.

Sesaji Bunga
Menurutnya, keberadaan beberapa yoni dan arca ini diyakini memiliki benang merah dengan Sragen saat terjadi pergeseran pemerintah dari Candi Cetho, Kabupaten Karanganyar.

Beberapa pedagang yang ada di sekitar lokasi juga masih meyakini, di area yoni dan arca ini ada kehidupan lain, sehingga tak sedikit pedagang yang hingga kini melakukan tradisi memberi sesaji bunga di arca tersebut.

baca juga:  Pasar Bahulak, Pasar Bernuansa Serba Tempo Dulu

“Yang kami dengar, awalnya dulu ada pemerintahan dan diperkirakan pusatnya dari Candi Cetho. Nah, di lokasi yoni ini, dulu ada pusat pemerintahan. Kemudian ada pergeseran pemerintah ke sebelah baratnya Sragen, sehingga di sini banyak ditemukan peninggalan semacam yoni maupun arca,” bebernya.

Arca dan yoni yang dipugar tersebut, posisinya berada di Pasar Bunder, dulu dijadikan asrama militer oleh TNI pada masa kemerdekaan sekitar 1950 silam.

Menurut kisah, di depan Pasar Bunder, dulu kala Pasar Kota Sukowati menjadi markas Kodim lama dan dulu juga ada RS PG Mojo. Pada 1959, dari PG Mojo, pengelolaan diserahkan kepada pemerintah untuk pabrik.

Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Anggoro Heri Pratikno memandang, tanah okupasi yang ada arca dan yoni itu memang perlu dirawat. Karenanya, pihaknya memerintahkan dilakukan pemugaran, karena itu termasuk benda cagar budaya.

“Beliau (Dandim) ingin membersihkan arca dan yoni agar tidak terkesan menjadi permukiman kumuh. Karena ini juga dekat dengan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen dan Pasar Bunder adalah salah satu ikon Sragen. Pusat ekonomi di sini,” papar Danramil 01 Sragen Kapten Cba Sugiyono.

Dengan dilakukannya pemugaran di area arca dan yoni, diharapkan seluruh pedagang akan menjaga kebersihan dan keamanan dari kejahilan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Harapannya, nanti anak cucu mengerti bahwa nenek moyang kita waktu kerajaan Hindu memiliki peradaban yang tinggi, dengan peninggalan-peninggalan sejarah prasasti maupun yoni ini,” tandasnya.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *