Tahun Ini, Bapemperda DPRD Sragen Targetkan Produksi 16 Raperda

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

BADAN Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sragen menargetkan memproduksi 16 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pada 2021 ini sementara, biaya pembuatan raperda selama ini ternyata bisa mencapai Rp 100 juta.

Wakil Ketua Bapemperda DPRD Sragen Jumari menyampaikan, target Raperda 2021 ini lebih banyak daripada 2020 yang hanya 12 raperda. Dia menjelaskan, 16 Raperda yang ditargetkan rampung hingga akhir 2021 itu sudah termasuk sisa enam raperda yang belum terbahas di 2020.

Keenam Raperda tinggalan 2020 itu, Raperda Penyelenggaraan Kesehatan dan Raperda Pembatasan Penggunaan Kantong Plastik, Raperda Penetapan Desa, Raperda Tata Kelola Keuangan, Raperda Sragen Smart City, dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Sragen Tahun 2020-2040.

“Dalam pembahasan raperda itu dimulai dari penyusunan naskah akademik (NA), menyusun raperda, pembahasan, studi banding, dan seterusnya. Kalau sebelum pandemi, satu raperda itu bisa menelan biaya sampai Rp 100 juta. Namun, saat pandemi mungkin tidak mencapai angka segitu karena ada pembatasan, misalnya studi banding bisa dilakukan lewat virtual dan seterusnya. Yang jelas, untuk NA saja itu biasanya sampai Rp 50 juta,” jelasnya, Jumat (26/2/2021).

Politikus Partai Gerindra Sragen itu menyampaikan, raperda itu banyak yang diinisiasi DPRD. Salah satunya Raperda Pencegahan Perkawinan Usia Anak.

Dia menyampaikan, raperda ini digulirkan, karena angka kasus pernikahan dini di Sragen terus meningkat. Menurutnya, untuk bisa menikah di usia dini itu harus mendapat rekomendasi dari Pengadilan Agama.

“Selain Raperda inisiatif DPRD juga ada raperda yang rutin harus ditetapkan, seperti Raperda Laporan Pertanggungjawaban Bupati Tahun 2020 yang akan dibahas pada Maret mendatang. Ada lagi raperda rutin, seperti Raperda Perubahan APBD 2021 dan seterusnya. Dari target 16 raperda itu bila tidak bisa rampung akan diselesaikan di 2022,” ujarnya.

baca juga:  Arief Rohman-Tri Yuli Setyowati Resmi Pimpin Blora

Adapun 16 Raperda yang akan dibuat tahun ini, masing-masing adalah Raperda Penyelenggaraan Kesehatan (Inisiatif DPRD), Raperda Pembatasan Penggunaan Kantong Plastik (Inisiatif DPRD), Raperda Penetapan Desa (Inisiatif DPRD), Raperda Tata Kelola Keuangan (Inisiatif DPRD), Raperda Sragen Smart City (Inisiatif DPRD), Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Sragen Tahun 2020-2040 (Inisiatif Pemda), Raperda Informasi Geospasial Kabupaten Sragen (Inisiatif DPRD), dan Raperda Pencegahan Perkawinan Usia Anak (Inisiatif DPRD).

Selanjutnya, Raperda Penataan Kawasan Kumuh (Inisiatif DPRD), Raperda Perubahan Perda No. 3/2014 tentang Pengelolaan Sampah (Inisiatif DPRD), Raperda Perubahan Perda No 14/2015 tentang Pengelolaan Pasar (Inisiatif DPRD), Raperda Penyelenggaraan Pesantren dan Madrasah (Inisiatif DPRD), Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2021-2026 (Inisiatif Pemda), Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2020 (Inisiatif Pemda), Raperda Perubahan APBD 2021 (Inisiatif Pemda), dan Raperda Penetapan APBD 2022 (Inisiatif Pemda).***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *