Disdikbud Sragen Sosialisasikan E-Raport di KPN Sambirejo

EDUKASI

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

MENJELANG kenaikan tahun ajaran 2020/2021, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen menyosialisasikan E-Raport di setiap Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan (Korwildikcam).

KORWILDIKCAM Plupuh Darohman saat memberikan sambutan.

Untuk Korwildikcam Plupuh, sosialisasi E-Raport digelar di Gedung Koperasi Pegawai Negeri (KPN), Rabu (3/3/2021).

Kegiatan diikuti kepala SD negeri/swasta dan tenaga IT masing-masing sekolah di Kecamatan Plupuh.

Kepala Disdikbud Sragen Suwardi berhalangan hadir, kegiatan dibuka Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Sudarto.

KASI Kurikulum Disdikbud Sragen Sudarto.

Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspimcam) Plupuh turut hadir dalam sosialisasi E-Raport yang dikomandani Korwildikcam Plupuh Darohman tersebut.

Korwildikcam Plupuh Darohman dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Muspimcam Plupuh yang mendukung kegiatan Disdikbud Sragen.

KETUA K3S Plupuh Samiyono.

Pada akhir sambutannya, Darohman berpesan kepada tenaga IT SDN/swasta untuk mengikuti sosialisasi E-Raport dengan baik, supaya dalam pengisian rapor nanti, dengan sistem aplikasi ini tidak ada yang salah.

Sedangkan Kasi Kurikulum Disdikbud Sudarto atas nama Kepala Bidang Pendidikan (Kabidiksar) Hadi Sutopo mewakili Kepala Disdikbud Sragen Suwardi saat memberikan sambutan, mewanti-wanti tenaga IT perwakilan SDN/swasta sebagai peserta sosialisasi E-Raport, untuk memahami aplikasi E-Raport dengan sebenar-benar paham.

E-Raport adalah pengisian rapor sistem aplikasi dan saat ini Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro masih jalan. Jadi belum memungkinkan pembelajaran tatap muka (PTM). Pembelajaran masih dilaksanakan jarak jauh secara daring, sehingga tenaga IT harus dengan sangat hati-hati dalam pengisian rapor,” pesan Sudarto.

TENAGA IT SD negeri/swasta peserta sosialisasi E-Raport.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Plupuh Samiyono dalam laporannya mengatakan, kegiatan sosialisasi E-Raport ini menerapkan protokol kesehatan (prokes) sangat ketat.

“Saya tidak mau ada peserta sosialisasi yang terkonfirmasi positif Covid-19. Jadi yang suhu badannya melebihi 37,3 derajat Celcius, ya mohon maaf, dengan sangat terpaksa kami tolak,” ungkapnya.***

Bagikan ke:
baca juga:  Selain Kesejahteraan, Ribuan GTT/PTT Kabupaten Blora Butuh Legalitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *