Polsek Ngrampal Polres Sragen melakukan sweeping jebakan tikus beraliran listrik

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Untuk mencegah bertambahnya korban jiwa dari jebakan tikus beraliran listrik, Aparat Polsek Ngrampal, Polres Sragen, melakukan sweeping atau merazia jebakan tikus beraliran listrik di Desa Karangudi, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten  Sragen.

Aksi sweeping atau razia jebakan tikus beraliran listrik itu dilakukan mulai Rabu (24/3/2021) sampai batas yang belum ditentukan. Bhabinkamtibmas Desa Karangudi, Aiptu Zainir dan beberapa tekannya mendatangi areal persawahan Dukuh Putatan  Rukun Tetanga (RT) : 16.

Sawah itu milik Sutrisno, 38, warga Dukuh Klego, RT 19, Desa Karangudi, Ngrampal. Di areal persawahan tepi jalan berbatasan dengan Desa Klandungan itu terdapat seperangkat jebakan tikus beraliran listrik.

Bersama aparat Babinsa dan warga sekitar, polisi mencabuti kawat jebakan tikus beraliran listrik yang dipakai petani untuk membasmi tikus di sawah wilayah Ngrampal

“Kegiatan pelepasan kawat yang dipakai sebagai jebakan tikus itu dilakukan setelah Bhabinkamtibmas berkoordinasi dengan Babinsa dan warga sekitar. Situasi berjalan aman dan kondusif,” Ungkap  Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Suwarso, saat ditemui Inspirasiline.com di Polres Sragen Jum’at (26/3/2021)

Sebelumnya pernah diberitakan, Seorang petani asal Gabus Wetan, Sunardi (60) meninggal dunia di lokasi persemaian bibit padi sawahnya. Jenazah Sunardi ditemukan warga setempat sekitar pukul 08.30 WIB.

Seorang petani setempat, Warsito Ronggo, 36, warga Jetak RT 009, Desa Gabus, Ngrampal, menyampaikan pagi itu Sunardi datang ke lokasi persemaian bibit padi di sawahnya.

“Tetapi sampai matahari meninggi belum pulang-pulang. Kemudian warga mencari ke sawah dan ditemukan sudah tergeletak,” ujarnya kepada Inspirasiline.com waktu itu

Warsito mengatakan para petani Ngrampal, Sragen, sudah diimbau berulang kali supaya tidak memasang jebakan tikus berlistrik, tetapi mereka masih nekat. Warsito mengatakan, sudah banyak korban yang terkena jebakan tikus

Warsito pun sudah berusaha mengajak petani gropyokan tikus bersama-sama, tetapi sejumlah petani masih memilih memasang jebakan tikus berlistrik. ( Sugimin/17 )

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *