Ujicoba PTM Segera Dilaksanakan

EDUKASI

Sukoharjo

Empat sekolah di Sukoharjo ditunjuk untuk melakukan ujicoba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai 5 April mendatang.  Keempat sekolah itu adalah SMPN 1, SMAN 1, SMKN 1 dan serta MAN 1 Sukoharjo.  Sebelum ujicoba PTM semua guru di empat sekolah akan mendapatkan vaksinasi Covid 19.

Juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Corona Sukoharjo, dokter Yunia Wahdiyati mengatakan untuk pelaksanaan vaksinasi pihaknya masih menunggu menunggu data dari Dinas Pendidikan dan kebudayaan.

“ Ya, kami masih menunggu data dari Dinas pendidikan dan kebudayaan Sukoharjo. Lantaran hanya empat sekolah dengan jumlah guru juga tidak terlaku banyak maka begitu data muncul, maka vaksinasi segera dilakukan,” ungkap dokter Yunia.

Jubir satgas covid dr.Yunia Wahdiyati.

dr. Yunia menambahkan untuk usia dibawah 59 tahun, suntikan kedua vaksin minimal 14 hari. Sehingga, terbentuknya antibodi sebisa mungkin bisa lebih dahulu dari jadwal masuk ujicoba PTM.
Kami berharap sebelum tanggal 5 April semua guru di empat sekolah sudah divaksin dan tidak ada guru yang masuk kategori tunda, katanya.

Dokter Yunia Wahdiyati yang juga kepala DKK itu juga menjelaskan, uji coba PTM hanya bagi sekolah SMP keatas dan untuk SD masih menunggu.

Ujicoba PTM hanya bagi siswa SMP dan SMA. Untuk jenjang SD dan sederajat ditunda dengan beragam pertimbangan karena para siswa merupakan kelompok anak-anak yang rentan terpapar Covid-19.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemkab Sukoharjo, Darno, menyatakan setiap sekolah telah mempersiapkan infrastruktur protokol kesehatan untuk pembelajaran tatap muka. Misalnya menyiapkan sarana cuci dengan air mengalir, menyediakan alat thermogun dan face shield.

“ Untuk PTM kami jauh-jauh bulan sebelumnya sudah siap. Sosialisasi berkali-kali sudah kami lakukan.  Yang jelas kami masih menunggu petunjuk teknis yang mengatur uji coba PTM di sekolah dari Pemprov Jawa Tengah,” ujar Darno.

Pelaksanaan uji coba PTM dikatakan Darno bakal mendapat pengawasan khusus dari satgas dan instansi terkait. Hal ini untuk memastikan protokol kesehatan benar-benar dijalankan di setiap sekolah.
Nantinya baik karyawan, guru, maupun siswa wajib menjalankan protokol kesehatan di area sekolah hingga saat pulang sekolah.  (028)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *