Penulis: Joko Widodo
GROBOGAN | inspirasiline.com
BEBERAPA warga Dusun Glonggong, Desa Ketangirejo, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan mengeluhkan bantuan pangan nontunai (BPNT) berupa beras. Selain kualitas yang rendah, juga jumlah beras yang tidak sesuai.
Yasbi, salah satu warga penerima bantuan BPNT melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ketangirejo, berupa beras 35 kg, telur 1,5 kg, dan buah pir 1 kg.
“Saya menerima apa adanya dari BUMDes seperti itu. Cuma kualitasnya yang tidak bagus,” ungkapnya kepada inspirasiline.com, Kamis (1/4/2021).

Selanjutnya dia melakukan kroscek penimbangan jumlah beras kepada tetangga-tetangganya sesama penerima bantuan. Ternyata ada di antara mereka yang menerima beras dengan kualitas kurang baik, juga jumlah kilogram yang kurang.
Salah satunya adalah keluarga Parmin. Dia hanya menerima 25 kg saja, padahal seharusnya menerima 35 kg.
Mendapati kenyataan itu, beberapa penerima bantuan melakukan aksi ke tingkat desa. Tapi sampai berita ini ditulis, pihak BUMDes telah menenuhi kekurangan beras kepada para penerima bantuan tersebut.

Ketika mendatangi Kantor Desa Ketangirejo untuk mengonfirmasi persoalan ini, inspirasiline.com tidak bertemu dengan Kepala Desa Suwarni, dan hanya bertemu dengan Sekdes Wawan.
Dalam penjelasannya, Wawan menyebutkan adanya kesalahan pemberian itu, tapi hanya satu keluarga, yakni keluarga Parmin. Tapi, menurutnya, sampai hari ini semua sudah bisa teratasi.
“Alhamdulillah BUMDes bisa memenuhi kekurangan itu, baik dari segi kualitas beras maupun dari sisi jumlahnya,” kata Sekdes Wawan.
Dia menjelaskan, jumlah bantuan yang diterima masyarakat berupa 35 kg beras, 1,5 kg telur, dan 1 kg buah pir itu merupakan bantuan untuk Maret dan April.
“Jadi bantuan itu untuk dua bulan yang diberikan sekaligus,” ujar Wawan.
Sebagaimana diketahui, BUMDes Ketangirejo selama pandemi Covid-19 ditugasi Pemerintah Desa untuk mengelola beras organik dan menjadi pemasok beras BPNT.
Ketua BUMDes Ketangirejo Heru Gunawan yang dikonfirmasi menyebutkan, pihaknya sudah memenuhi kewajibannya mengganti beras yang kurang, baik dengan kualitas beras yang bagus serta jumlah sesuai dengan jatah bantuan.***
