Penulis: Supriyani
SUKOHARJO | inspirasiline.com
UNTUK pencegahan penularan Covid-19, Satgas Covid-19 tingkat Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo melakukan jemput bola dari rumah ke rumah pemudik yang sudah pulang kampung lebih awal, Jumat (7/5/2021).

Plt Camat Sukoharjo didampingi Kapolsek, Danramil, dan Kepala Puskesmas mendatangi rumah pemudik di Dukuh Macanan, RT 3/RW 4 Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo, untuk mengetahui kondisi kesehatan pemudik dengan melakukan tes rapid antigen.
Pemudik yang didatangi, antara lain Riyanto (53), pemudik dari Surabaya. Alasan dia mudik akan mengantar putrinya, Viona Lestari berangkat ke Maluku pada 18 Mei mendatang, karena diterima sebagai PNS di sana.


Kepada wartawan, Riyanto mengaku datang dari Surabaya pada 1 Mei lalu, naik tranportasi umum. Dia merasa sehat dan tidak mengalami gejala apapun. Setelah sampai di rumah, juga tidak ke mana-mana, kecuali hanya bersih-bersih rumah.
“Ya saya terkejut, ketika tiba-tiba didatangi serombongan petugas dari kecamatan dan memeriksa saya. Alhamdulillah, hasil pemeriksaan negtaif,” ungkapnya.
Sumarti (50), pemudik asal Jakarta, mengalami hal serupa. Dia datang pada 26 April lalu. Alasan mudiknya, karena ingin berlebaran di rumah bersama keluarganya.
Dia juga mengaku sehat, bahkan pernah melakukan tes swab di Jakarta dan dinyatakan nonreaktif.
“Kaget dan takut juga, tiba-tiba didatangi petugas dari kecamatan dan Puskesmas. Terus saya dites rapid antigen. Alhamdulillah hasilnya negatif,” ujarnya.
Setiba di rumah, beberapa waktu lalu, dia tahu diri. Tidak ke mana-mana. Kalau butuh apa-apa, sudah ada anak dan suami. Jadi tidak repot dan tidak perlu keluar rumah.
“Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada petugas yang sudah datang ke rumah dan memeriksa saya. Jadi saya tidak perlu ke faskes lagi,” ungkap Sumarti.
Plt Camat Sukoharjo Havid Danang mengatakan, jemput bola kepada pemudik yang datang lebih awal, bertujuan untuk memeriksa kesehatan pemudik yang barangkali belum melaksanakan tes kesehatan.
“Kami membawa tim medis dari Puskesmas Sukoharjo untuk langsung memerikas/tes rapid antigen di tempat terhadap pemudik tersebut. Apabila ada pemudik yang reaktif/positif Covid-19, akan kami laporkan kepada Satgas tingkat kabupaten untuk diisolasi di Donohudan. Namun kalau memungkinkan ya isolasi mandiri di rumahnya. Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada pemudik yang dinyatakan reaktif/positif Covid-19,” ungkap Havid.
Selain melakukan tes rapid antigen, Havid Danang bersama tim juga memberikan sembako agar bisa dinikmati saat Lebaran nanti.
Sementara Kepala Puskesmas Sukoharjo dr Kunari Mahanani usai melakukan tes rapid antigen kepada pemudik tersebut mengatakan, hingga saat ini pemudik dari berbagai kota yang tiba di wilayah Kecamatan Sukoharjo mencapai 284 orang.
Kecamatan Sukoharjo termasuk wilayah dengan jumlah pemudik terbanyar setelah Kecamatan Nguter.
“Kami melakukan jemput bola dan melakukan tes rapid kepada pemudik yang sudah tiba lebih awal. Alhamdulillah sampai saat ini belum ada pemudik yang dinyatakan reaktif. Untuk Kecamatan Sukoharjo, dialokasikan sebanyak 1.400 alat rapid test. Itu sudah cukup banyak dan sudah memenuhi syarat,” terangnya.***
