Calon Siswa Baru Sebaiknya Daftar PPDB Secara Online

EDUKASI

Penulis: Supriyani
SUKOHARJO | inspirasiline.com

SMA negeri di Kabupaten Sukoharjo menyediakan kuota calon siswa baru yang berasal dari keluarga miskin (gakin) dan anak tenaga medis sebesar 20% dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun ajaran 2021/2022. Sementara para calon siswa baru diwajibkan mengambil token pada 14-19 Juni 2021.

Pelaksanaan pendaftaran PPDB jenjang SMA dibagi empat jalur, meliputi zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orangtua/wali siswa, dan prestasi.

Pemerintah telah menetapkan zonasi sekolah dalam PPDB pada 21 Mei 2021. Penetapan zonasi sekolah menjadi acuan calon siswa baru yang mendaftar lewat jalur zonasi.

Kepala SMAN 3 Sukoharjo Sukamto mengatakan, panitia PPDB mengakomodasi para calon siswa baru dari gakin dan anak tenaga medis lewat jalur afirmasi. Kuota calon siswa baru jalur afirmasi sebesar 20%.

Sementara anak tenaga pendidik diakomodasi lewat jalur perpindahan orangtua dengan kuota sebesar 5%.

Jalur afirmasi juga bisa digunakan untuk anak tenaga pendukung yang menangani langsung pasien Covid-19. Kuota calon siswa baru jalur afirmasi di SMAN 3 Sukoharjo sebesar 20% atau sekitar 73 orang.

“Calon siswa baru dari gakin dan anak dari keluarga nakes, serta anak dari tenaga pendukung yang langsung menangani pasien Covid-19 menjadi prioritas diterima dalam PPDB tahun pelajaran 2021/2022,” ujar Sukamto.

Sedangkan SMAN 1 Sukoharjo yang memunyai kuota 432 juga tidak jauh berbeda dalam PPDB dibuka untuk jalur zonasi 50%, prestasi 20%, afirmasi 20%, dan jalur perpindahan orangtua 5%.

Kepala SMAN 1 Sukoharjo Sri Suwarsih yang didampingi Ketua Panitia PPDB Agus Widodo menyampaikan, PPDB tahun ini hampir sama dengan PPDB tahun sebelumnya.

“Hanya ada sedikit perbedaan. Kalau tahun lalu jalur zonasi dihitung dari kantor desa/kelurahan sampai sekolah tujuan, namun untuk PPDB sekarang dihitung dari RT/RW tempat tinggal calon siswa tersebut dengan sekolah yang dituju,“ ungkap Sri Suwarsih.

Untuk mengikuti PPDB ini, Suwarsih berpesan kepada calon siswa baru atu orangtua/wali agar tenang tidak usah kemrungsung.

“Pahami regulasi yang ada. Jika mengalami kesulitan bisa datang langsung ke sekolah yang dituju. Karena situasi sekarang masih dalam pandemi, sebaiknya calon siswa baru mendaftar secara online saja, agar tidak terjadi kerumunan. Dalam PPDB ini kami tetap menerapkan prokes secara ketat. Sebelum masuk ruangan, cuci tangan dulu pakai sabun dengan air mengalir, cek suhu tubuh, dan selalu jaga jarak selama menunggu antrean,” paparnya.

Pihaknya berharap, setiap calon siswa baru menginput data sesuai jalur dan sekolah tujuan dalam situs PPDB Jawa Tengah. Calon siswa baru harus jujur dalam menginput data pribadi, seperti wilayah domisili dan nilai akademik.

Mereka juga diminta mengunggah surat pernyataan kebenaran dokumen dalam aplikasi online terseb. Sebab, bila para calon siswa baru memanipulasi data, akan merugikan diri sendiri.

“Walau nanti sudah diterima, namun jika datanya tidak benar, siswa tersebut akan dikeluarkan,” tegas Sri Suwarsih.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *