Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
ANGKA kematian kelompok lanjut usia (lansia) akibat Covid-19 di Kabupaten Sragen menempati urutan teratas.
Berdasar fakta tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen mempercepat vaksinasi terhadap lansia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengantar dua lansia vaksinasi akan mendapatkan reward satu vaksin.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen Hargiyanto mengatakan, angka kematian lansia cukup tinggi, sehingga perlu percepatan vaksinasi lansia.


Informasi yang dihimpun inspirasiline.com, khusus Kecamatan Plupuh masih banyak lansia yang belum divaksin, karena berbagai alasan. Padahal Satgas Covid-19 Kecamatan Plupuh didampingi Kepala Puskesmas Plupuh I dr Abdul Azis dan Kepala Puskesmas Plupuh II dr Paryanti terus menyosialisasikan bahaya Covid-19 dan mendorong warga mengantarkan orangtua atau kakek-neneknya untuk suntik vaksin di Puskesmas terdekat.
“Vaksinasi Covid-19 gratis bagi lansia, guru, dan pelayan publik,” ungkap Kepala Puskesmas Plupuh II dr Paryanti kepada inspirasiline.com, Rabu (16/6/2021).
Harapkannya, kata Paryanti, warga lansia segera melakukan vaksinasi. Realita banyak usia pralansia sudah komorbid, yang sangat diharapkan bisa diturunkan ketika mereka sudah menerima vaksin.
“Vaksinasi di Puskesmas itu sangat mudah, tanpa pendaftaran, cukup bawa KTP,” ujar Paryanti.
Hari ini, Rabu (16/6/2021), Puskesmas Plupuh I memvaksin 112 orang.
“Rinciannya, lansia dosis kedua 54 orang, guru dosis kedua 42, guru dosis pertama 4, pelayan publik dosis pertama 1 orang, dan pelayan publik dosis kedua 11 orang,” kata Kepala Puskesmas Plupuh I dr Abdul Azis saat dihubungi inspirasiline.com.
Sementara Puskesmas Plupuh II memvaksin 85 orang. Rinciannya, lLansia dosis pertama 17 orang, guru dosis pertama 10, guru dosis kedua 1, dan pelayan publik dosis pertama 57 orang.
Disinggung tentang tambah/turun kasus Covid-19 di Kecamatan Plupuh, Kepala Puskesmas Plupuh II dr Paryanti mengatakan, sampai hari ini di wilayah kerja Puskesmas Plupuh II tidak ada tambahan kasus Covid-19.
“Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada tambahan, Pak,” ujarnya singkat.
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang dihubungi inspirasiline.com melalui ponselnya mengatakan, pihaknya segera membentuk herd immunity (kekebalan kelompok). Salah satu upayanya dengan percepatan vaksinasi.
“Kemudian mempercepat herd immunity. Semua vaksin yang ada, kejar terus. Kita punya 25 ribu lebih vaksin dosis pertama dan kedua. Untuk mengejar herd immunity, suntikan pertama. Masuk dosis kedua, kita minta lagi agar semua cepat mendapatkan,” ujarnya.***
