Catatan: Siti Munadah
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi disusun pemerintah untuk menyiapkan para pelajar menjadi generasi yang memiliki kecakapan abad ke-21.
KENORMALAN baru atau new normal merupakan perubahan perilaku untuk tetap melakukan aktivitas normal dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan, untuk mencegah penularan Covid-19.
Secara sederhana, new normal ini hanya melanjutkan kebiasaan-kebiasaan yang selama ini dilakukan saat diberlakukannya karantina wilayah atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Dengan diberlakukannya new normal, kita mulai melakukan aktivitas di luar rumah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah diatur oleh pemerintah, yaitu memakai masker bila keluar rumah, sering mencuci tangan dengan sabun, dan tetap menjaga jarak, serta menghindari kerumunan orang untuk mencegah penularan virus Corona.
Sejak mewabahnya Covid-19, guna menghindari terjadinya penularan, sebagian besar aktivitas dilakukan melalui daring (online), seperti kegiatan rapat yang selama ini dilaksanakan bersama-sama dalam suatu ruangan, kini menggunakan aplikasi Zoom. Begitu pula dengan aktivitas belajar-mengajar.
Dengan diberlakukan new normal, mau tidak mau para pelajar akan kembali belajar ke sekolah, tentunya dengan protokol kesehatan dan keamanan yang menjamin mereka dari penularan virus.
Kali ini kita akan membahas mengenai literasi di pendidikan dasar, di masa new normal.
Apa itu literasi? Literasi adalah suatu kegiatan atau aktivitas untuk lebih membudidayakan gerakan membaca serta menulis. Literasi sangat banyak sekali manfaatnya, salah satunya adalah melatih diri untuk dapat lebih terbiasa dalam membaca. Juga membiasakan seseorang (siswa) untuk dapat menyerap informasi yang dibaca dan dirangkum dengan menggunakan bahasa yang dipahaminya.
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi disusun pemerintah untuk menyiapkan para pelajar menjadi generasi yang memiliki kecakapan abad ke-21.
AKM Literasi dibuat untuk menguji kemampuan siswa dalam memahami bacaan. Pemahaman tersebut meliputi kemampuan menemukan, memahami, serta mengevaluasi dan merefleksi informasi.
Siswa dituntut cermat dan teliti saat membaca soal AKM Literasi, agar tidak salah saat mengisi jawaban. Adapun bentuk-bentuk soal AKM Literasi meliputi:
- Pilihan Ganda. Soal pilihan ganda terdiri atas pokok soal dengan beberapa pilihan jawaban. Siswa harus menjawab soal dengan memilih satu jawaban benar dari beberapa pilihan jawaban yang disediakan.
- Pilihan Ganda Kompleks. Soal pilihan ganda kompleks terdiri atas pokok soal dan beberapa pilihan jawaban yang harus dipilih sesuai instruksi pada soal.
- Menjodohkan. Bentuk soal menjodohkan digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam mencocokkan, menyesuaikan, dan menghubungkan dua pernyataan yang disediakan.
- Isian. Soal isian (jawaban singkat) adalah soal yang menuntut peserta tes untuk memberikan jawaban secara singkat, berupa kata, frasa, angka, atau simbol. Soal isian identik dengan jawaban pasti atau tunggal.
- Esai (Uraian). Soal jenis ini menuntut siswa untuk mengingat dan menuangkan gagasan-gagasan bentuk uraian tertulis. Untuk menjawab soal-soal esai, siswa dituntut untuk cermat dalam membaca bacaan dan soal.
Sebelum berlatih mengerjakan soal-soal AKM Literasi, siswa perlu mencermati contoh soal yang disertai pembahasannya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan adanya AKM Literasi dapat melatih siswa untuk teliti dalam mengerjakan soal, karena mereka harus membaca dengan cermat dan teliti.
AKM Literasi dapat dijadikan sebagai acuan untuk pembelajaran literasi di pendidikan dasar. Pembelajaran literasi berdasarkan AKM Literasi ini menjadi salah satu cara efektif dalam pembelajaran literasi.***

https://azithromycinca.shop/# doxycycline online australia
doxycycline 100mg price in south africa