Buntut Teriaki Wartawan “Maling,” Petinggi PLN Jateng-DIY Minta Maaf

NEWS

Penulis: Eko Purwanto | Editor: Dwi NR
KENDAL | inspirasiline.com

BUNTUT perlakuan tidak menyenangkan dan pelarangan liputan kebakaran Gardu Induk (GI) KV 150 PLN Kaliwungu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kendal meminta klarifikasi dan permintaan maaf pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) kepada wartawan.

Surat diserahkan bersamaan dengan klarifikasi PLN Distribusi Jateng-DIY kepada PWI Kendal dan Edy Prayitno, wartawan MNC Group yang menjadi korban intimidasi dan penahanan oleh petugas keamanan GI KV 150 PLN Kaliwungu.

Klarifikasi dipimpin langsung Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UIT) Jawa Tengah-DIY Endah Yuliati di Waroeng Pangestu, Jalan Arteri Kaliwungu, Minggu (11/7/2021) siang.

KESIBUKAN di Gardu Induk (GI) KV 150 PLN Kaliwungu yang terbakar, Sabtu (10/7/2021) malam.

Endah Yuliati mengatakan, pihak PLN meminta maaf atas terjadinya insiden yang tidak menyenangkan tersebut dan berjanji ke depan akan lebih baik lagi.

“Saya atas nama teman-teman di UIT memohon maaf kepada Mas Edy, karena kesalahpahaman yang terjadi. Saya berharap tidak terulang lagi,” ujar Endah.

Endah mengungkapkan, sebenarnya PLN sangat terbuka dan transparan. Hanya saja, untuk bisa masuk ke Gardu Induk memang ada mekanisme serta prosedur yang harus ditaati, karena itu merupakan salah satu objek vital nasional.

“Kondisi saat itu juga sedang panik, karena terbakar dan berpotensi untuk padam, dan kami harus berkonsentrasi untuk segera menyalakan kembali dan sore harinya sudah bisa nyala kembali,” bebernya.

Senada, Edy Prayitno yang datang didampingi oleh kepala bironya mengaku, saat kejadian, dia sebenarnya sudah akan pulang, karena tidak diperbolehkan liputan. Namun malah dicegah dan ditahan oleh petugas keamanan, bahkan diminta memory card (MMC) kameranya.

“Saya sudah menyerahkan MMC dan jika harus ditinggal, maka saya akan lapor ke redaksi kalau MMC saya ditahan. Tapi tetap belum diperbolehkan, hingga lewat telpon yang di-load speaker ada petugas PLN, namanya Dani (Pejabat Pelaksana K3L Riyanto Dani Saputro –red) mengatakan ‘maling’,” ujar Edy.

baca juga:  Berpotensi Mangkrak, Progres Proyek Jalan Di Rembang Masih Rendah

Edy mengungkapkan, jika Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kendal Novi dan juga satpam sudah mengikuti prosedur yang memang sudah diterapkan dengan baik.

“Hanya saya tidak tahu, kenapa saya harus ditahan di pos, padahal saya bilang tidak akan bikin berita jika tidak diperbolehkann,” lanjutnya.

Bisa Dipenjarakan
Sementara Wakil Ketua PWI Jateng Bidang Pembelaan Wartawan Zaenal Petir menyayangkan ada kata-kata “maling” dari karyawan perusahaan sekelas PLN.

“BUMN sekelas PLN mengatai wartawan ‘maling’ itu sangat disayangkan dan kami bisa jebloskan ke penjara. Wartawan kami tahu Kode Etik Jurnalistik dan semua memunyai kompetensi. Untung saja Mas Edy berjiwa besar, sehingga tidak mempermasalahkan, yang penting ada itikad baik dan minta maaf,” ujar Petir.

Petir meminta PLN introspeksi dan lebih mawas diri, agar ke depan insiden ini tidak terjadi lagi.

“Pihak PLN harus bisa memahami profesi wartawan. Jika tidak diperkenankan meliput, bisa secara santun dan pasti mengerti,” tandasnya.

Divisi Advokasi PWI Kabupaten Kendal Unggul Priambodo menambahkan, pihaknya sangat menyayangkan insiden ini terjadi. Wartawan yang ada di PWI Kedal sudah marah dengan kondisi itu, apalagi ada wartawan yang diteriaki ‘maling’ saat liputan di GI Kaliwungu.

“Kami dengan tegas meminta kepada PLN untuk meminta maaf secara terbuka, agar semua pihak bisa menerima. Kami bekerja dengan santun dan sangat berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik,” terang Unggul.

PWI Kabupaten Kendal menyerahkan surat agar PLN membuat permintaan maaf tertulis, langsung kepada Endah Yuliati untuk ditindaklanjuti.

Meski sudah ada permintaan maaf secara lisan, namun secara resmi dan tertulis masih ditunggu olah PWI Kabupaten Kendal.

Pejabat Pelaksana K3L Riyanto Dani Saputro yang turut dihadirkan, langsung meminta maaf atas ucapannya.

baca juga:  Liput Kebakaran Gardu Induk PLN Kaliwungu, Wartawan Diteriaki “Maling”

“Secara prosedural memang harus ada izin jika masuk ke GI. Saya minta maaf, karena lewat telpon dan tidak bertemu langsung. Jadi ada miskomunikasi,” ungkap Dani, oknum yang mengeluarkan kata-kata “maling”.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *