Penulis: Joko Widodo | Editor: Dwi NR
GROBOGAN | inspirasiline.com
RATUSAN pengendara sepeda motor tidak boleh masuk ke wilayah Kabupaten Grobogan, selama pemberlakuan Gerakan “Grobogan Sehari di Rumah Saja,” Minggu (11/7/2021).
Untuk memastikan pelaksanaan program tersebut berjalan di masyarakat Bupati Grobogan Sri Sumarni turut melakukan pemantauan di pos penyekatan Kecamatan Godong bersama Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi, Dandim 0717/Purwodadi Asman Mokoginta, Kajari Grobogan Iqbal, dan Kepala BPBD.

Bupati Sri Sumarni mengatakan, selama sekitar satu jam pemantauan di pos penyekatan, sudah terdapat ratusan pengendara yang terpaksa diputarbalikkan oleh petugas. Kendaraan didominasi dari luar daerah tidak boleh masuk atau melintas di Kabupaten Grobogan.
Banyaknya pengendara yang hendak melintas ke Grobogan tersebut, menurut Bupati Sri Sumarni, kemungkinan karena tidak mengetahui jika sedang ada pemberlakuan “Grobogan Sehari di Rumah Saja.”
Bupati Sri Sumarni berharap, seharusnya kabupaten tetangga menerapkan gerakan serupa, supaya tidak banyak pengendara luar daerah yang bepergian dan hendak masuk ke Kabupaten Grobogan.
“Seharusnya kabupaten tetangga juga harus sama, libur satu hari di rumah saja, termasuk tadi anak-anak dari Demak mau ke Grobogan tidak memakai helm, tidak punya SIM. Kasihan anak-anak. Ini juga kami tidak menekan (maksimal) itu, kalau kami tidak diimbangi kabupaten lain,” ujarnya.
Pada pemantauan di pos-pos penyekatan, pengendara yang diputarbalikkan rata-rata dari luar kota atau luar daerah. Sebab, dalam gerakan ini kepatuhan masyarakat Grobogan sangat baik.
“Rata-rata luar daerah, Surabaya, Solo, Jepara. Kalau yang dari Kabupaten Grobogan suruh balik ya mau. Ada yang mau pergi ke Demak, pulang, kami suruh pulang ya pulang. Sebetulnya untuk kepatuhan masyarakat ini ya antusias, tapi tidak diimbangi kabupaten lain, Kudus, Demak,” jelasnya.
Bupati Sri Sumarni mengucapkan terima kasih atas kepatuhan warga Kabupaten Grobogan yang turut menyukseskan “Grobogan Sehari di Rumah Saja” mapun terhadap Surat Edaran (SE) Bupati terkait pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
“Saya minta tolong benar, mari, untuk menekan Covid-19 ini, kita harus memberi masukan yang agak ndableg-ndableg. Mungkin tetangga saudara dikasih masukan sosialisasi kalau ada SE di rumah saja, diam di rumah saja, dan ini karena PPKM Darurat, semua masyarakat di rumah saja, dan menaati protokol kesehatan,” harapnya.
Kepala UPTD Wilayah Barat Dishub Grobogan Fandi mengatakan, hingga Minggu siang, setidaknya terdapat 345 mobil yang diputarbalikkan, baik dari arah Semarang maupun Demak yang hendak masuk ke Grobogan. Sementara untuk sepeda motor ada 477 pengendara.
Meski begitu, pihaknya memberi kebijakan kendaraan dinas, aparat, dan ambulans tetap bisa masuk ke wilayah Grobogan.
“Pagi kebanyakan roda dua, kalau siang rata-rata roda empat,” jelasnya.***
