Bupati Sragen Yuni Sukowati: Masih Banyak Tokoh Desa Belum Divaksin Covid-19

NEWS

Penulis: Sugimin | Editor: Dwi NR 
SRAGEN | inspirasiline.com

BUPATI Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati memperhatian, masih banyak tokoh di desa yang belum divaksin Covid-19.

Tak hanya ketua RT, banyak Kader Posyandu, perangkat desa (perades) hingga kepala desa (kades) yang ternyata juga belum divaksin Covid-19.

“Di Jenar, dari 45 orang yang saya suntik, baru 17 yang usianya di atas 50 tahun. Begitu tidak mudahnya yang mau disuntik. Yang mengagetkan lagi, ada peardes dan kades yang isih wedi (masih takut) disuntik,” ungkap Yuni, sapaan akrab Bupati Sragen saat dihubungi inspirasiline.com melalui ponselnya, Minggu (25/7/2021).

Saat berada di Desa Jenar, belum lama ini, orang nomor satu di Bumi Sukowati ini memang seolah diuji kesabarannya. Tiba di balai desa, deretan ratusan kursi untuk warga yang diundang vaksinasi, ternyata sebagian besar masih kosong.

Hingga pukul 09.00, dari 250 warga lansia yang diundang untuk divaksin, yang datang tak lebih dari 20 orang.

Karena lama menunggu, Yuni terpaksa menyuntik ketua RT, perades, dan kades yang ternyata juga belum divaksin Covid-19.

Bahkan, saat Yuni meminta dua kades di desa terdekat untuk hadir divaksin, hingga setengah jam ditunggu, kedua kades itu tak datang.

“Saya telepon lurah (kades) yang belum suntik, saya suruh datang, juga tidak datang. Baru kali ini Bupati disuruh nunggu, lurahnya nggak datang juga,” terangnya.

Tak cukup sampai di situ, Yuni juga mendapat laporan, masih banyak perades yang belum melakukan vaksinasi.

“Ada juga masukan dari Bidan Desa bahwa ada Kader Posyandu yo ora ono sing gelem disuntik (ya tidak ada yang mau disuntik),” ujarnya.

Atas kondisi itu, Yuni memandang perlu untuk segera melakukan evaluasi. Menurutnya, memang harus dicari solusi agar menggerakkan animo warga dan tokoh untuk divaksin.

Yuni yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Sragen menampik mengenai kurangnya sosialisasi.

Yuni meyakini, semua orang sebenarnya sudah tahu soal vaksinasi Covid-19. Sebab, sudah banyak berita dan hampir setiap media memberitakan vaksinasi.

“Faktor hoaks mungkin juga berpengaruh, tapi memang harus segera dicari solusi. Mungkin desa mowo coro, dan itu tidak menyurutkan semangat kita,” tuturnya.

Yuni berpendapat, salah satu trik yang diperkirakan bisa mendongkrak animo warga adalah perlunya penokohan di setiap wilayah untuk divaksin.

Ketokohan seseorang untuk memberi teladan mau divaksin, diyakini akan mampu mengubah persepsi warga dari yang takut menjadi mau divaksin.

“Mungkin kita perlu contoh penokohan seseorang yang diugemi di setiap desa, untuk jadi contoh mau vaksin. Misalnya di Mondokan ada Kyai Riyad. Beliau kan tokoh, kalau sudah disuntik, otomatis pengikutinya dan warga lain akan mau. Nah, ini yang perlu dilakukan,” beber Yuni mencontohkan.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *