Kepala DKK Sragen Hargiyanto Wacanakan Vaksinasi Siswa saat Simulasi PTM

EDUKASI

Penulis: Sugimin | Editor: Dwi NR
SRAGEN | inspirasiline.com

DINAS Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen mewacanakan akan memanfaatkan momentum simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) untuk mempercepat program vaksinasi anak. Vaksinator diterjunkan ke sekolah untuk menyuntikkan vaksin ke siswa.

Kepala DKK Sragen Hargiyanto menyampaikan, siswa akan mendapatkan suntikan vaksinasi. Namun teknis vaksinasi masih dibahas. Paling memungkinkan adalah mendatangi sekolah, lalu melakukan vaksinasi ke setiap siswa.

”Tetap kami rencanakan untuk vaksinasi anak sekolah. Kalau nanti sudah mulai simulasi PTM, akan kami datangi. Tergantung ketersediaan vaksin,” ungkap Hargiyanto saat dihubungi inspirasiline.com, Jumat (3/9/2021).

Hargiyanto memastikan, para siswa jadi salah satu prioritas penerima vaksinasi. Utamanya yang sudah memenuhi persyaratan usia 12-18 tahun, atau setingkat SMP dan SMA.

”Agar efektif, maka rencananya digelar di sekolah. Tapi nanti kalau sudah masuk,” ujarnya.

Untuk memastikan kegiatan belajar-mengajar (KBM) aman, sejauh ini semua guru di Sragen sudah mendapatkan vaksin.

”Guru sudah tervaksin semua. Kalau untuk siswa, secara informal sudah ada pembicaraan. Kami rasa vaksinasi di sekolah akan lebih cepat. Demikian juga untuk pondok pesantren (ponpes),” imbuhnya.

Untuk itu, distribusi vaksin dibagi ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Polres, dan Kodim, mengingat Pemkab Sragen menargetkan vaksinasi sampai akhir pekan ini bisa mencapai 25 persen.

”Untuk hari ini masih ada stok Sinovac. Kamis malam ada kiriman,” jelasnya.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, untuk usia anak atau siswa di atas 12 tahun belum bisa diberikan vaksin, mengingat persediaan masih terbatas.

Yuni, sapaan akrab orang nomor satu di Bumi Sukowati ini berharap, ke depan sesuai janji Pemerintah Provinsi Jawa Tengah  (Pemprov Jeteng) akan mendapatkan 2,5 juta dosis setiap pekan dan berimbas ke Kabupaten Sragen.

baca juga:  Perpustakaan Bina Prestasi SMPN 1 Purwodadi Raih Akreditasi A

”Kalau sudah sampai target sasaran untuk anak, kami laksanakan di sekolah. Jadi akan lebih mudah, koordinasi juga mudah, dan anak-anak akan lebih safety untuk divaksin di sekolah,” terang Yuni.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *