Gandeng Pemuda, Polsek Polokarto Bentuk Kelompok Tani Budidaya Lele Pandawa

INSPIRASIANA

Penulis: Supriyani | Editor: Dwi NR
SUKOHARJO | inspirasiline.com

UNTUK menunjang program pemerintah di bidang ketahanan pangan, Kapolsek Polokarto AKP Sriyadi resmi membentuk Kelompok Tani Budidaya Lele Pandawa rintisan Polsek Polokarto, Jumat (3/9/2021), ditandai dengan penyerahan simbolis kaos Pandawa.

Kapolsek AKP Sriyadi mengatakan, pembentukan ini bermula dari anggota jajaran Polsek Polokarto membuat kolam dan diisi benih lele.

KAPOLSEK Polokarto AKP Sriyadi menyerahkan kaos anggota kepada Ketua Kelompok Tani Budidaya Lele Pandawa Muhadi. 

“Dalam waktu sekitar 2,5-3 bulan bisa panen dan hasilnya kami bagikan kepada masyarakat, terutama masyarakat yang sedang isolasi mandiri (isoman) karena virus Corona dan para penyandang disabilitas,” jelasnya kepada wartawan.

Pekan kemarin, Kapolres AKBP Wahyu Nugroho Setyawan berkesempatan turut membagikan ikan lele hasil panen Kolam Pandawa, langsung dengan menaiki motor berbronjong menuju rumah-rumah warga sasaran.

KAPOLSEK Polokarto AKP Sriyadi bersama 10 pemuda yang tergabung dalam Kelompok Tani Budidaya Lele Pandawa.

Kapolsek Polokarto AKP Sriyadi menyampaikan, pihaknya tidak ingin terus hanya memberikan ikan lele yang siap dimasak kepada masyarakat, namun lebih suka berbagi ilmu bagaimana supaya masyarakat bisa budidaya lele, minimal untuk dikonsumsi sendiri.

“Lebih dari itu, kami harapkan, dengan budidaya lele nanti hasilnya bisa dijual, sehingga bisa meningkatkan ekonomi rumah tangga mereka,” ujar AKP Sriyadi.

Pembentukan kelompok budidaya lele ini melibatkan 10 orang pemuda, yang diharapkan untuk selanjutnya bisa mengembangkan di lingkungan masing-masing.

Mayoritas dari pemuda itu, di rumahnya masing-masing sudah memunyai kolam minimal dua.

Setelah terbentuk kelompok ini, nanti akan dikembangkan lagi tiap orang agar bisa memelihara 4-5 kolam.

Alhamdulillah mereka semua siap, dengan diketuai Muhadi. Kami harap kelompok ini bisa maju dan berkembang untuk meningkatkan tarap hidup dan perekonomian mereka, utamanya bisa memberdayakan pemuda di masa pandemi ini,” ungkap AKP Sriyadi.

Tindak lanjut ke depan setelah terbentuknya kelompok ini, mereka dakan dijembatani untuk bisa mengajukan bantuan ke dinas terkait, terutama bantuan alat mesin pengolah pakan. Pasalnya, dari waktu kewaktu harga pakan terus mengalami kenaikan, sehingga akan memberatkan petani lele.

baca juga:  Hadirkan Petani Berpengalaman, Himtani Sragen Kenalkan Porang

Nah, kalau ada bantuan alat mesin pengolah pakan, secara otomatis akan lebih meringankan para petani lele tersebut,” terang Kapolsek AKP Sriyadi.

Perlu diketahui, Polsek Polokarto menjadi pilot project budidaya lele di jajaran Polres Sukoharjo, untuk mendukung program ketahanan pangan di masa pandemi.

Sementara Ketua Kelompok Tani Budidaya Lele Pandawa Muhadi mengatakan, budidaya lele rintisan Polsek Polokarto ini bertujuan mengajak pemuda untuk mengisi waktunya di masa pandemi dengan kegiatan bermanfaat.

“Makanya, kami ajak pemuda budidaya lele, minimal untuk membantu ekonomi rumah tangga sendiri, syukur bisa dijual, sehingga akan meningkatkan tarap hidup kita,” ujarnya.

Sejauh ini kendala dalam budidaya lele adalah mahalnya harga pakan dari pabrik. Untuk itu, Kelompok Tani Lele Pandawa yang bersinergi dengan Polsek Polokarto ini ke depan bisa mencari solusi pakan alternatif, sehingga bisa mengurangi biaya pengeluaran.

“Pakan alternatif yang pengolahannya mudah, tapi proteinnya juga tinggi. Misalnya magot, harganya rendah tapi proteinnya lumayan tinggi. Namun agak ribet, karena harus mengolah dulu. Beda kalau beli, pakan langsung tinggal kasihkan,” beber Muhadi.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *