Kepala Disdikbud Sragen Suwardi: 95 Persen Guru Sudah Divaksin, Seribuan Sekolah Siap Simulasi PTM

EDUKASI

Penulis: Sugimin | Editor: Dwi NR
SRAGEN | inspirasiline.com

KEPALA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen Suwardi menyatakan, 95 persen guru sudah divaksin dan seribuan sekolah dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK siap menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM), Senin (6/9/2021) besok.

Suwardi mengungkapkan, seribuan sekolah dinyatakan siap dan memenuhi persyaratan setelah melalui pengecekan dan peninjauan oleh tim selama sepekan terakhir.

“Jika dipersentase, seribuan sekolah yang siap simulasi PTM itu mencapai 90 persen dari jumlah sekolah semua jenjang yang ada di Kabupaten Sragen,” terang Suwardi saat dihubungi inspirasiline.com, Minggu (5/9/2021).

Jumlah itu masih dimungkinkan bertambah, mengingat data dan kesiapan sekolah berjalan dinamis. Sebagian sekolah yang pada tahap pertama belum siap, dimungkinkan bisa menyusul pada tahap berikutnya.

“Ya hampir 90 persen, 89 persen sekian yang sudah siap. Sambil nanti kita evaluasi, karena ini dinamis. Artinya, sekolah-sekolah yang tahap pertama ini belum bisa menyelenggarakan, tentu akan dilengkapi tahap berikutnya. Harapannya seperti itu,” katanya.

Untuk Kabupaten Sragen, simulasi PTM akan digelar oleh sekolah, baik di bawah naungan Disdikbud maupun di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).

Terkait kesiapan guru, Suwardi menyebut, sejauh ini jumlah guru yang divaksin sudah mencapai 95 persen lebih. Sisanya, karena kendala tidak lolos skrining kesehatan, sehingga belum memungkinkan untuk divaksin.

“Tapi secara umum, jumlah guru yang divaksin di atas 95 persen. Jadi sudah siap, nggak masalah,” tegasnya.

Meski demikian, karena masih dalam situasi pandemi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, pelaksanaan simulasi PTM tetap ditekankan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Suwardi sebelumnya menyampaikan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sesuai Surat Kesepakatan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang PTM di Masa Pandemi.

baca juga:  PWI Kendal Dilatih Racik Kopi Barista

Di antaranya, pembatasan jumlah murid yang masuk per rombongan belajar (rombel), persyaratan sarana-prasarana (sarpras) prokes, hingga kesediaan Satgas Covid-19 di sekolah.

“Nanti siswa masuk sepekan maksimal tiga hari. Karena memang ada pembatasan jumlah siswa per rombel, sehingga masuknya digilir,” ungkapnya.

Suwardi menguraikan, ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi oleh sekolah. Salah satu persyaratan yang utama adalah izin orangtua.

Kemudian ada kelengkapan prokes di sekolah, tersedia satgas, dan lainnya. Jika orangtua tidak mengizinkan, siswa nantinya tetap dilayani lewat daring.

“Teknisnya nanti tetap menerapkan jaga jarak. Seperti kemarin yang sudah berjalan baik itu. Kemudian nanti maksimal dibatasi untuk TK dan PAUD hanya lima anak yang masuk di kelas. Kemudian SD maksimal per rombel 15 siswa dan SMP 16 siswa. Dengan begitu, otomatis rombel normal akan dimasukkan dua tahap, sehingga anak hanya masuk tiga hari seminggu,” papar Suwardi.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *