Sragen-Inspirasiline.com. Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta semua Kepala Dinas atau jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak lagi main selonong minta bantuan apapun ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Sebaliknya, semua OPD atau Kepala Dinas diwajibkan koordinasi dengan Bupati sebelum mengajukan bantuan ke lembaga pengelola zakat tersebut.
“Seperti beberapa waktu lalu, ada Kepala OPD yang langsung minta bantuan ke Baznas. Bantuan APD dan sarana cuci tangan. Sekarang nggak bisa main potong kompas lagi,” Ungkap Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika dihubungi Inspirasiline.com terkait Baznas Sabu (13/11/2021)
Orang nomor 1 di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen itu menyampaikan koordinasi diperlukan bukan karena alasan apa-apa. Namun koordinasi dipandang penting agar bantuan yang diberikan bisa terkontrol dan bisa dipertanggungjawabkan.
Karenanya Yuni sapaan akrab Bupati Sragen meminta agar ke depan tidak ada lagi kepala OPD yang mengajukan bantuan tanpa melewati koordinasi Bupati.
“Permintaan bantuan kebutuhan apapun untuk OPD atau kegiatan di pemerintahan tetap wajib hukumnya melewati bupati. Tidak bisa potong kompas berkirim surat ke Baznas seperti beberapa waktu lalu,” katanya
Lebih lanjut, Yuni menyampaikan tidak melarang OPD mengajukan bantuan ke Baznas. Akan tetapi mekanisme pengajuan kini harus satu pintu melalui bupati.
Saya yakin mungkin kalau Baznas tersedia dananya. Tapi akan sulit bagi kami untuk mengontrol kalau tidak ada koordinasi. Makanya sekarang permintaan bantuan apapun tetap harus satu pintu lewat Bupati. Begitu Protapnya ya,” imbuhnya.
Di sisi lain, Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP) ini tetap mengapresiasi animo ( Abdi Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sragen yang mulai menggeliat untuk membayarkan zakatnya ke Baznas. Hal itu ditunjukkan dengan meroketnya jumlah pengumpulan zakat di Baznas yang mencapai Rp 7,7 miliar hanya dalam kurun Januari-Oktober 2021.
Namun Yuni menyebut belum semua PNS berzakat ke Baznas. Karenanya Yuni memandang perlu ada tekanan lagi dari Kepala Dinasnya selain sosialisasi yang akan terus digencarkan.
Terpisah Ketua Baznas Sragen yang baru, Mustakim mengatakan ada progres positif dari pengumpulan Baznas di tahun 2021. Untuk tahun ini, dana terhimpun mencapai Rp 7,7 miliar dari Januari sampai Oktober.
“Target ke depan pertahun harus bisa Rp 12 miliar. Kalau nanti sosialisasi kita terus dan Bu Bupati konsisten mendukung, saya yakin bisa Rp 12 miliar. Seperti di Karanganyar setahun Rp 20 miliar karena peran pimpinan daerah. Kalau peran betul, pimpinan aktif, saya yakin mampu,” Ungkap Mustaqim ( Sugimin17
