UPTD Pasar Grobogan Wilayah Timur Tekanksn Kepemilikan SKIP Bagi Pedagang

NEWS

Grobogan,  Inspirasiline.com

UPTD Pasar Grobogan Wilayah Timur terus berupaya agar semua pedagang yang ada dalam tanggungjawabnya memiliki Surat Keterangan Ijin Penempatan (SKIP) sebagai salah satu  bukti bahwa pedagang tersebut mempunyai tempat tetap berjualan di los dan kios atau tempat disekitar pasar tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala UPTD Pasar Grobogan Wilayah Timur  Ah Faizin SE, kepada Inspirasiline.com di ruang kerjanya, Rabu (22/12/21). UPTD Pasar Grobogan Wilayah Timur terdiri dari pasar Grobogan, pasar hewan Kunden, pasar Wirosari, pasar Kuwu Kradenan dan pasar Tuko Pulokulon.

Dengan memiliki SKIP tersebut berarti pedagang telah sah menempati tempat baik kios maupun los yang telah disediakan oleh manajemen pasar dan kepadanya ditarik retribusi “Kalau retribusi pasar, semua pedagang kami tarik baik yang sudah atau belum memiliki SKIP” ucap Ka UPTD yang disampingi.Kasubbag TU Faizin SE.

Adapun jumlah pedagang yang telah memiliki SKIP itu adalah pasar Grobogan sebanyak 371 pedagang, yang sudah memiliki SKIP sebanyak 200 pedagang, pasar hewan Kunden sebanyak 78 pedagang sudah memiliki SKIP semua, pasar Wirosari sebanyak 531 pedagang sudah memiliki, namun ada 153 pedagang yang belum mempunyai SKIP. Yang ini biasanya para pedagang yang berjualan nebeng di rumah warga sebelah timur pasar Wirosari, ungkap Ah Faizin.

Ah Faizin SE ( baju dan celana hitam) berfoto bersama  staf nya.

Kemudian di pasar Kuwu terdapat 371 pedagang yang sudah memiliki SKIP, sedang 170 pedagang yang dasaran belum memiliki. Di pasar Tuko Pulokulon terdapat 133 pedagang yang menempati los dan kios telah memiliki SKIP, sedangkan 60 pedagang yang ada di dasaran belum memiliki SKIP.

Kepada Inspirasiline.com, Ka UPTD pasar Wilayah Timur  yang baru sebulan menempati tugasnya itu mengatakan pihaknya terus berupaya membuat usulan ke Disperindag Kabupaten Grobogan.

Terkait pengelolaan parkir pasar semua retribusi parkir disetor ke kas daerah melalui Disperindag, kecuali pasar Wirosari yang sampai sekarang pengelolaannya masih ditangani paguyuban pasar, dimana hasilnya tidak masuk pasar “Tahun 2022 nanti, kami akan berembug dengan Ketua paguyubannya, palibg tidaj berapa persen harus memberikan kontribusinya kepada PAD kita” beber Ah Faizin.

Menyinggung target retribusi, UPTD pasar wilayah timur yang memiliki 5 buah pasar mentargetkan pendapatannya sebesar Rp. 989,7 juta, realisasinya sampai dengan bulan ini target itu tercapai.

“Target pendapatan retribusi   kami pasti tercapai, bahkan akan melebihi target” kata Ah Faizin optimis. ( joko widodo)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *