Grobogan, Inspirasiline.com
Kegiatan sosialisasi tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya radikalisme dikemas bagus oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Grobogan dalam pagelaran seni kethoprak, yang digelar di gedung Wisuda Budaya Purwodadi, Rabu siang (22/12/21) secara live streaming.
Pagelaran seni ini terasa unik dan menarik, karena para pemainnya disamping seniman asli dari Solo yakni Bogang, Genter dan Momon, tutut pula bintang tamu Bupati Grobogan.Hj Sri Sumarni SH MM, Wakil Bupati dr. Bambang Pujiyanto MKes, Kepala Bakesbangpol Drs Daru Wisakti MSi, Assisten I Sekda Des Teguh Harjokusumo MSi. Ketika para pemain yang berasal dari pejabat Pemda Grobogan, para penonton yang terdiri dari Sekda dan para Kepala OPD se Grobogan, para Camat, Kepala Bagian Setda Grobogan dibuat terpukau saat pemain pertama naik panggung yakni KaBakesbangpol Daru Wisakti yang memerankan sebagai Kades/Lurah dan Assisten I Teguh Harjokusumo yang berperan sebagai Sekdes. Kedua pemain itu menyuguhkan banyolan banyolan lucu sehingga membuat penonton tertawa terpingkal pingkal, terlebih dengan kehadiran Wakil Bupati yang menambahkan suasana gerr dan gayeng “Ternyata pak Wakil pinter bermain peran ya., bisa nglawak lagi” ucap Kepala OPD yang tak mau disebut namanya.

Kepala Bakesbangpol Grobogan Drs Daru Wisakti sebelum manggung kepada Inspirasiline.com mengatakan pihaknya sengaja mengemas sosialisasi ini melalui seni ketoprak yang bisa disaksikan oleh seluruh warga Grobogan sebab pagelaran seni tersebut melalui kanal live streaming.

Mantan Kasatpol PP Grobogan itu menjelaskan pagelaran seni kethoprak dengan judul “Peran Masyarakat Dalam Mencegah dan Menangkal Paham Radikalisme, Terorisme” dalam alur ceritanya adalah dikisahkan ada seorang pemuda yang terpapar paham radikalisme dan terpikat dengan iming iming atau janji manis seseorang bila mengikutinya akan dapat bayaran jutaan rupiah, namun pada akhirnya orang tersebut mendapat pemahaman dari Bupati dan Wakil Bupati kalau hal tersebut salah besar dan dapat menyebabkan disintegrasi bangsa. Akhirnya orang tersebut sadar karena mendapat pemahaman dari Bupati dan Wakil Bupati. Suasana menjadi cair dan para pemain bergembira dengan meminta kesediaan Bupati Grobogan menyanyi tembang “Prau Layar” disertai joget bersama. Pagelaran berdurasi 2 jam lebih itu mendapat pujian dan applaus dari penonton.

Kepala Bakesbangpol Grobogan Daru Wisakti selaku penyelenggara pagelaran secara terpisah kepada Inspirasiline.com mengatakan melalui pagelaran ini diharapkan bisa memberika edukasi kepada masyarakat Grobogan akan bahaya terorisme dan radikalisme yang bisa memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa “Untuk itu kami mengajak seluruh warga Grobogan untuk tetap melawan bentuk bentuk radikalisme dan terorisme agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap utuh” jelas nya. ( jokowidodo)

Lovely just what I was searching for.Thanks to the author for taking his clock time on this one.