Sukoharjo
Untuk persiapan pengamanan perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) Pemkab Sukoharjo menggelar apel gelar pasukan operasi lilin candi 2021 yang dilaksanakan di halaman kantor bupati Sukoharjo pada Kamis kemarin (23/12/2021) yang dipimpin langsung oleh bupati Sukoharjo Etik Suryani.
Sedikitnya 700 personel gabungan dilibatkan dalam Operasi Lilin Candi 2021 selama 10 hari momen Nataru mulai 23 Desember 2021-2 Januari 2022 di Sukoharjo. Mereka akan disebar untuk patroli keliling mengawasi penerapan protokol kesehatan di pusat keramaian dan objek wisata.
Dalam apel gelar pasukan diikuti oleh anggota Polres Sukoharjo, Kodim 0726 Sukoharjo, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), organisasi emasyarakatan (Ormas), juga Dinas Kesehatan.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan usai gelar pasukan kepada wartawan mengatakan ratusan personil disebar di3 pos pengamanan (Pospam) yaitu di Proliman, bundaran Pandawa, dan bundaran Kartasura. Selain personil TNI-Polri juga Dinas Kesehatan dilibatkan disetiap pospam. Mereka bakal mengecek kondisi kesehatan pelaku perjalanan, termasuk melakukan rapit tes secara acak.
Selain memantau kondisi arus lalu lintas selama Nataru, petugas gabungan juga bakal melakukan patroli keliling dengan sasaran obyek wisata, pusat perbelanjaan, dan obyek vital lainnya, guna menjamin sekaligus mengawasi penerapan prokes dilokasi – lokasi tersebut.
Polisi juga disebar disejumlah gereja besar selama operasi lilin candi 2021, polisi juga bakal tas yang dibawa jemaat dipintu masuk gereja. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada benda-benda yang mencurigakan diarea gereja.
“ jumlah jemaat gereja yang melakukan misa natal dibatasi, kami juga telah berkoordinasi dengan pengurus gereja terkait pengaman misa natal,” ungkap Kapolres AKBP Wahyu.
Lebih lanjut Kapolres menyampaikan bahwa konvoi dan pesta kembang api ditiadakan, melarang arak-arakan sepeda motor dan pesta kembang api saat detik-detik pergantian tahun baru, Kapolres juga melarang kegiatan lain yang memicu kerumunan massa saat tahun baru.
“ Polisi bakal mengambil tindakan tegas dengan membubarkan konvoi maupun pesta kembang api, hal kami lakukan guna mencegah transmisi penularan covid-19,” tegas Kapolres.

Hal senada juga diungkapkan Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf. Agus Adhy Darmawan, pihak sebagai institusi TNI juga ikut membek up pengamanan Nataru, dengan menerjunkan 250 personil. Mereka juga tersebar di pos-pos pengamanan melkukan patroli ditempat-tempat ibadah maupun pusat keramaian.
Sementara ini bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan bahwa kegiatan masyarakat dan ibadah misa natal diatur dalam instruksi bupati (Inbup) tentang PPKM level 2. Guna mencegah kerumunan, pemerintah bakal memutus aliran listrik lampu penerangan jalan umum (PJU) di 2 titik yaitu di alun-alun Satya Negara dan di Pandawa Solo Baru saat pergantian tahun baru.
Bupati menghimbau agar para perantau atau kaum boro untuk sementara menunda pulang kampung dulu saat libur nataru, keshatan dan keselamatan itu lebih penting, mari bersama-sama mencegah penularan covid-19 dengan mengecangkan penerapan prokes sat beraktivitas diluar rumah, tandasnya. (Prie)
