Warga Desa Kadipiro akan mengirim Surat  ke Kejari Sragen

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Sebelumnya sudah diberitakan, di Desa Kadiro, Kecamatan Sambirejo,Kabupaten Sragen ada Padat Karya siluman diungkap warga.

Untuk mencari kejelasan tentang Padat Karya tersebut Warga masyarakat Desa Kadipiro, akan mengirimkan surat ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen dengan alasan Padat Karya dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemenaker RI) Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN)  2021 tidak melibatkan warga masyarakat, bahkan  tidak diketahui besarnya biaya dan tidak tertulis di prasasti.

Selain tidak melibatkan warga masyarakat, juga tidak melibatkan Lembaga Pemberdayaan Pembangunan Masyarakat Desa (LP2MD), Tim Pengelola Kegiatan (TPK) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kadipiro.

Tokoh masyarakat Desa Kadipiro yang juga Ketua Forum Peduli Keadilan dan Kebenaran Sambirejo ( FPKKS)  Sunardji mengatakan,  banyak hal yang akan disampaikan kepada Kejaksaan Negeri Sragen, terkait Padat Karya dari Kemenaker RI yang tidak melibatkan warga masyarakat dan Lembaga yang ada di Desa Kadipiro

Tokoh Masyarakat Desa Sambirejo yang juga Ketua FPKKS Sunardji

“Padat Karya pengerasan jalan itu  pecahan batu kali itu informasinya ditata miring oleh warga masyarakat Dukuh Geneng RT 15, namun kenyataannya dikerjakan dengan alat berat berarti bertolak belakang, dengan program padat karya dari Kemenaker, masak padat karya dikerjakan dengan alat berat ” Ungkap Sunardji kepada Inspirasiline.com Minggu (23/1/2022)

Hal yang sama disampaikan ketua LP2MD Desa Kadipiro Urip Raharjo

“Semestinya, kegiatan yang terkait dengan pemberdayaan pembangunan masyarakat desa, harus melibatkan warga masyarakat,dan LP2MD, sikap Pemerintah Desa (Pemdes) Kadipiro tidak terbuka tidak transparan kepada Lembaga Desa maupun warga masyarakat, terbukti adanya Padat Karya dari Kemenaker, tidak memperdayakan masyarakat, justru tenaga masyarakat digantikan dengan alat berat, jadi program padat karya dari Kemenaker  tidak sesuai dengan semangat kebersamaan, pemberdayaan masyarakat ,ini sangat lucu” Ungkap Urip Raharjo

Kepala Desa (Kades) Kadipiro Ibnu indratmoko saat ditemui Inspirasiline.com menjelaskan padat karya dari Kemenaker itu  anggaran Rp 100 juta, untuk membuat jalan rintisan menggunakan alat berat, tidak bisa menggunakan manusia, karena kondisi jalan yang akan dibuka berbukit, tidak memungkinkan dikerjakan oleh manusia dan harus menggunakan alat berat

“warga sekitar  membuat saluran air, penebangan pohon dan bambu”. Ungkap Ibnu Indratmoko singkat. (Sugimin/17)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *