Di Pasar Tradisional Rembang Harga Minyak Goreng Masih Diatas Rp 14.000/Liter

NEWS

Rembang, Indpiradiline – Harga minyak goreng di pasar tradisional di Kabupaten Rembang masih diatas Rp 14.000 per liter sesuai arahan pemerintah. sedang untuk di toko ritel harganya sudah Rp 14.000 per liter.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan UMKM Kabupaten Rembang, M. Mahfudz menjelaskan, untuk toko-toko ritel sebanyak 63 toko, sudah menjual minyak goreng dengan harga yang sama, yakni Rp 14 Ribu per liter.

Namun khusus di pasar tradisional, diberikan waktu seminggu untuk menyesuaikan. Maka pihaknya hari Senin (24/1/2022) menerjunkan tim, agar bisa memantau perkembangan harga minyak goreng di pasar-pasar tradisional.

“Di pasar tidak bisa serta merta langsung beradaptasi dengan harga Rp 14 Ribu, karena mekanismenya belum diatur secara ditail. Hari ini kita terjunkan tim untuk memantau, “ terangnya.

Mahfudz menambahkan, kalau pedagang pasar harus menjual minyak goreng Rp 14 Ribu per liter, idealnya mereka mendapatkan akses “kulakan” dari produsen dengan harga lebih rendah, sehingga bisa menjual minyak goreng sesuai kebijakan pemerintah.

“Sebelum adanya kebijakan 1 harga, minyak goreng sampai Rp 18 – 19 ribu. Yang di toko ritel sudah beres, yang di pasar masih menunggu. Kalau pedagang dapat akses harga kurang dari 14 ribu, biar nanti jualnya bisa Rp 14 Ribu, “ imbuh Mahfudz.

Tim pemantau juga mendata jumlah pedagang yang menyalurkan minyak goreng dan rata-rata penjualan harian.

“Biar kita mengetahui asumsi kebutuhan minyak goreng dan ketersediaan stok minyak goreng setiap hari berapa. Nanti akan kita laporkan ke tingkat provinsi, “ tandasnya.

Sementara itu, seorang penjual gorengan di Rembang, Nurhayati mengaku semenjak harga minyak goreng melambung, dirinya memilih menghemat pemakaian, ketimbang menaikkan harga dagangan. Ia khawatir kalau harga dinaikkan, akan mengurangi pelanggan.

baca juga:  Dua Anggota Polres Blora Terima Kenaikan Pangkat Pengabdian

“Saya gunakan minyak goreng curah, pemakaian harus di hemat, untuk menekan pengeluaran, “ tuturnya. (Yon Daryono).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *