Sragen-Inspirasiline.com. Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng dicabut, kini harga minyak goreng kemasan di Pasar, Kios dan Minimarket di wilayah Kabupaten Sragen melambung tinggi, yang awalnya harga minyak goreng kemasan Rp 14.000 per liter, kini menjadi Rp 20.000 hingga Rp 22.000 per liter.
Salah satu warga Desa Benar, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen Sumini (46) yang dihubungi Inspirasiline.com Sabtu (19/3/2022) mengatakan, sebelum pemerintah mencabut HET minyak goreng kemasan, harga minyak goreng di kios masih Rp 14.000/ liter meski langka harga masih standar subsidi, namun setelah HET dicabut oleh Pemerintah harga minyak goreng kemasan Rp 20.000 per liter.

“itupun merk biasa, kalau yang merk terkenal harganya sampai Rp 29.000 per liter” Ungkap Sumini mengeluh
Menurutnya, harga minyak goreng kemasan sangat ugal ugalan sehingga sangat merugikan ibu rumah tangga.
“Sekarang harga minyak goreng kemasan, seperti harga emas saja, harga minyak goreng di Pasar Bunder Sragen, naik tinggi, dan minyak goreng kemasan sekarang banyak, berbagai merek tersedia, yang dulu harga minyak goreng merek biasa Rp 14.000 per liter, bahkan sebelum adanya kebijakan pemerintah mencabut HET, justru lebih murah Rp 12,500 per liter, namun dalam tiga hari setelah Pemerintah mencabut HET, harga minyak goreng kemasan mencapai Rp 20.000 per liter, meski tidak langka namun harganya semakin menggila, saya kok heran kenapa harga minyak goreng kemasan melambung tinggi, bahkan dulu dulu harganya murah apa bedanya dulu dan sekarang, kan Indonesia penghasil kelapa sawit terbesar di dunia ?, kok bisa harga minyak goreng kemasan selangit, saya merasa heran baru ini, harga minyak goreng kemasan jadi mahal akibatnya para ibu rumah tangga, mengeluh, kasihan ingin beli minyak goreng, harus antri panjang, demi mendapatkan minyak goreng, harus berjuang berdiri antri, bahkan ada yang meninggal saat mengantri, ini sangat eronis sekali, negeri yang paling banyak penghasil kelapa sawit, bahkan terbesar di dunia kok,bisa langka dan mahal, semestinya Pemerintah segera melakukan tindakan untuk kepentingan masyarakat, dan masyarakat butuh minyak goreng kemasan yang murah dan mudah” Ungkap warga Nglangon, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Sragen Kota, Kabupaten Sragen Haryanti (38) keheranan.
Saat Anggota komisi IV DPR RI dari fraksi PKB Luluk Nurhamidah blusukan di Pasar Bunder Sragen beberapa waktu lalu mendapatkan keluhan para pedagang Pasar Bunder, yang selama ini minyak goreng kemasan Rp 14.000 per liter langka.
Luluk Nurhamidah menduga ada distributor nakal dan berjanji akan segera mengelar rapat komisi mengundang para menteri terkait. Namun Pemerintah malah mencabut HET minyak goreng kemasan. ( Sugimin/17)
