Dishub Sragen Melakukan Persiapan Menghadapi Arus Mudik 2022

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sragen mulai melakukan persiapan menghadapi arus mudik lebaran 2022. Pasalnya diperkirakan jumlah kendaraan yang mudik bakal meningkat setelah 2 tahun ada kebijakan larangan mudik. Namun hingga saat ini lampu penerangan di proyek jalan Solo-Sragen belum terpasang, sehingga rentan terjadi kecelakaan.

Kepala Dishub Kabupaten Sragen Catur Sarjanto menyampaikan, saat ini pihaknya sudah memulai proses pemetaan jalur mudik. Selain itu arahan dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) untuk menyiapkan jalur mudik di wilayah Kabupaten Sragen.

Selain itu, dilakukan pemetaan masalah dan evaluasi penyebab masalah. Sedang dilakukan pembangunan jalan dan potensi rawan bencana seperti banjir, longsor ataupun rawan kecelakaan.

”Setelah terpetakan, kami cari solusi dengan pihak terkait,” Ungkap Catur Sarjanto ketika dihubungi Inspirasiline.com Kamis (31/3/2022).

Salah satu yang menjadi perhatian Dishub Sragen yakni penerangan jalan dan rambu keselamatan di Jalan Provinsi Solo-Sragen. Pihaknya menyayangkan terkait rambu traffic light di Nguwer yang sampai saat ini belum terpasang.

”Ada empat traffic light yang diperlukan untuk keselamatan. Yakni di Masaran, Nguwer, Kauman akses ke Stasiun dan Pungkruk, dua diusulkan yakni arah stasiun masaran dan Masaran. Itu tanggung jawab pusat, karena jalan nasional,” Ungkapnya.

Soal lampu penerangan jalan, Catur Sarjanto  mendesak agar dipasang secepatnya. Tidak usah menunggu selesai Lebaran karena jalur tersebut juga digunakan untuk arus mudik.

”Kami minta secepatnya, kan ada pagunya. Kalau tidak segera dipasang potensi terjadinya kecelakaan juga semakin tinggi,” Ungkapnya memprediksi.

Catur Sarjanto menyebut untuk pemasangan lampu penerangan jalan masih menjadi tanggung jawab dari pemborong pekerjaan jalan nasional itu. Catur Sarjanto  mendapat informasi, saat ini baru proses pemesanan barang.

”Kita oyak (kejar) terus. Kalau lampu pada 70-an titik belum terpasang sama sekali. Kenapa nggak dari dulu, padahal sudah setahun lebih. Itu harusnya sudah memperkirakan,” Ungjapnya kebih lanjut.

Catur Sarjanto  menjelaskan sudah ada komunikasi dengan PPK untuk segera dipasang. Namun penjelasannya hanya selalu masih dalam proses dan menjanjikan sesegera mungkin.

Dishub Sragen berharap untuk lampu penerangan jalan dan traffic light segera terpasang sebelum arus mudik. Karena lampu sangat berpengaruh pada keselamatan. Sejauh ini sudah ada beberapa kejadian kecelakaan akibat penerangan jalan yang minim.

Sementara dari pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak memberi respons saat dihubungi terkait pemasangan lampu jalan tersebut. (Sugimin/17)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *