Pasar Hewan Ditutup, Berjualan Door To Door

NEWS

Sukoharjo-Inspirasiline.com. Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertankan) Sukoharjo mencatat jumlah hewan ternak yang terjangkiti virus penyakit mulut dan kaki atau PMK kian bertambah hingga menjadi sebanyak 379 ekor per 12 Juni 2022.

“Ratusan ekor ternak dalam kondisi sakit (PMK). Sekarang masih dalam proses pengobatan dan isolasi untuk mencegah transmisi penularan virus ke ternak lainnya. Namun, ada juga yang sembuh sebanyak 48 ekor,” kata Kepala Dispertankan.

Bagas Windaryatno Kadispertankan menyampaikan Pasar Hewan Bekonang di Kecamatan Mojolaban masih ditutup sebagai langkah strategis pengendalian PMK di Sukoharjo. Hal ini berimbas pada berkurangnya lalu lintas ternak yang masuk ke Sukoharjo.

Bagas Windaryatno Kadispertankan

Dia menegaskan pedagang hewan ternak wajib mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) saat mengirim hewan ternak ke wilayah Sukoharjo. Pemerintah tak mau berspekulasi dalam pengendalian virus PMK menjelang Idul adha 2022.

“Jika tak membawa SKKH maka harus pulang ke daerah asal. SKKH menjadi syarat utama hewan ternak masuk ke wilayah Sukoharjo. Di daerah lain juga menerapkan kebijakan serupa,” ujar dia.

Petugas kesehatan hewan, terus  mengintensifkan kegiatan edukasi dan informasi pencegahan penularan virus PMK. Target sasarannya adalah pengurus takmir masjid dan panitia hari besar Islam (PHBI). Mereka diedukasi agar memeriksa kondisi kesehatan hewan kurban sebelum disembelih saat Iduladha.

Sosialisasi Pencegahan PMK
Lebih lanjut, menurut dia, peran serta stakeholder dioptimalkan guna mencegah meluasnya persebaran virus PMK pada hewan ternak menjelang Idul adha. “Kemarin, kami menggelar sosialisasi pencegahan PMK di masjid-masjid di wilayah Weru. Sekarang giliran wilayah Kartasura. Kegiatan ini dilakukan di setiap kecamatan,” papar dia.

Pada bagian lain, para pedagang sapi di Sukoharjo pasrah tak bisa berjualan karena penutupan pasar hewan di Sukoharjo diperpanjang demi menekan persebaran PMK. Pedagang sapi asal Paluhombo Bendosari Sumar (40) selama ada penutupan pasar hingga perpanjangan penutupan lagi menjadi sepi, walau toh selama hebohnya PMK dirinya juga belum pernah menemukannya satu kasuspun,   saat ini pihaknya memilih berjualan door to door untuk melayani permintaan pembeli.

Dia berharap perlu adanya karantina ternak yang dilakukan serentak di seluruh daerah. Menurutnya jika satu wilayah dibuka dan daerah lain ditutup ataupun sebaliknya tidak akan mempercepat pemutusan rantai PMK. Dia menyebut saat ini hanya bisa menyesuaikan kondisi dan peraturan yang telah ditetapkan pemerintah, kata dia. (Prie)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *