Kasus PMK Di Kabupaten Sragen Belum Terkendali

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sapi di Kabupaten Sragen belum terkendali. Jumlah kasus PMK bertambah setiap hari. Terkini, dua ekor sapi di Kecamatan Kedawung mati dan dua ekor lainnya terpaksa disembelih karen terkena PMK. Di Kedawung jumlah sapi yang terserang PMK bertambah menjadi 79 ekor. Sementara di Sumberlawang ada 84 ekor sapi kena PMK

Kabid Kesehatan Hewan Disnakan Sragen, drh. Toto Sukarno dihubungi inspirasiline.com Jum’at (17/6/2022) menyebut kasus tertinggi masih ada di Sumberlawang dengan 84 kasus, disusul Kedawung 79 kasus, dan Sambungmacan 72 kasus.

Kasus PMK di Kedawung meningkat signifikan, yakni dari 64 ekor naik 15 kasus menjadi 79 ekor per Kamis (16/6/2022) sore. Peningkatan kasus PMK yang signifikan juga terjadi di Sambungmacan dari 62 ekor pada Rabu (15/6/2022) menjadi 72 ekor pada Kamis (16/6/2022)

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Sragen memita anggaran untuk pengadaan obat, vitamin, disinfektan, dan sarana prasarana lainnya untuk menekan laju penambahan kasus PMK.

Kepala Disnakkan Sragen, Rina Wijaya dihubungi Inspirasiline.com Jum’at (17/6/2022) belum berani menyebut nilai anggaran yang diajukan. Rencananya dana itu diambilkan dari belanja tidak terduga (BTT).

Pengajuan anggaran pengadan obat-obatan itu untuk kuota 5.000 ekor sapi. Dana pengadaan obat-obatan penanganan PMK itu bersifat stimulan

“Berbagai upaya sudah kami lakukan. Mulai dari penutupan pasar hewan sampai gerakan penyemprotan disinfektan ke kandang ternak. Tetapi masih ada bakul yang nekat mendatangkan sapi dari luar Sragen. Mereka ini masuk Sragen lewat jalan tikus karena jalur resmi sudah dijaga,” Ungkapnya. Rina Wijaya mengaku ada 42 kasus baru pada Kamis (16/6/2022) sore

 Rina Wijaya mendapat laporan total kasus PMK di Sragen sebanyak 666 ekor ternak dengan perincian 361 ekor kasus aktif, 268 ekor sembuh, dan 37 ekor mati. Kasus kematian sapi ini, katanya, bertambah karena disembelih sebanyak 30 ekor dan mati dikubur sebanyak tujuh ekor.

“Kematian sapi yang dikubur ini bertambah dua kasus baru di Kedawung. Kasus kamatian ternak dikubur lainnya di Tanon empat ekor dan Miri satu ekor,” Ungkap Rina Wijaya menjelaskan

Lebih jauh Rina Wijaya menguraikan  kasus sapi yang disembelih naik menjadi 30 ekor padahal pada Sabtu (11/6/2022) masih 25 ekor. Kasus ternak yang disembelih karena PMK itu bertambah pada Minggu (12/6/2022) satu ekor, Senin (13/6/2022) bertambah tiga ekor, dan Rabu (15/6/2022) bertembah dua ekor. (Sugimin/17)

Bagikan ke:

9 thoughts on “Kasus PMK Di Kabupaten Sragen Belum Terkendali

  1. Hey there! I know this is kinda off topic but I was wondering if you knew where I could locate a captcha plugin for my comment form? I’m using the same blog platform as yours and I’m having trouble finding one? Thanks a lot!

  2. hey there and thanks to your information – I have definitely picked up something new from proper here. I did however expertise several technical points the usage of this website, as I experienced to reload the web site lots of instances prior to I could get it to load correctly. I were considering in case your web hosting is OK? Not that I am complaining, but sluggish loading instances occasions will often affect your placement in google and could injury your high-quality ranking if advertising and ***********|advertising|advertising|advertising and *********** with Adwords. Anyway I’m adding this RSS to my e-mail and could glance out for much extra of your respective fascinating content. Make sure you replace this once more very soon..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *