Pembangunan Jembatan Ganefo Terhalang Banjir, Pihak Pemborong Minta Bantuan Pawang Hujan.

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Sudah hampir tiga (3) bulan Pembangunan  Proyek Jembatan penghubung Kecamatan Ngrampal-Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen dengan anggaran Rp 18.595.111.000 sumber dana APBD Provinsi Jawa Tengah 2022 dikerjakan PT Setya Cinta Perkasa Semarang  200 hari mulai 9 Juni – 25 Desember 2022, terkendala  musim tidak menentu, air sungai yang naik turun, karena hujan di wilayah Wonogiri, Karanganyar, Sukoharjo dan Solo, mengakibat pengerjaan pemancangan besi tiang jembatan terganggu, bila yang hujan wilayah Kabupaten Wonogiri Karanganyar Sukoharjo dan Solo sungai Bengawan solo airnya melua.p

“kalau yang hujan hanya wilayah Kabupaten Sragen tidak begitu mengawatirkan, warga diminta ikut mendukung dan mendoakan agar pembangunan jembatan Ganefo bisa berjalan tepat waktu” Ungkap salah satu warga Agus Nurcahyo Sabtu (13/8/2022).

Proyek jembatan Ganefo ini sebenarnya sudah masuk tahap ketiga, namun pengerjaan tahap kedua ada permasalahan pihak pemenang lelang meninggalkan proyek, ditengah jalan sehingga proyek dianggap mangkrak, sekarang ini telah ada pengerjaan proyek jembatan Ganefo, melanjutkan progres tahap 2 membuat tiang jembatan yang berada di tengah bengawan solo terkendala arus sungai bengawan solo cukup deras

“Sebenarnya pridiksinya bulan Juli 2022 sudah memasuki musim kemarau ,namun hingga sekarang curah hujan sangat tinggi, dari pihak pemborong  berupaya mencari cara agar sungai bengawan Solo,tidak meluap dengan mencari pawang hujan yang mampu menyingkirkan hujan di wilayah Kabupaten Wonogiri Karanganyar Sukoharjo dan Wilayah Solo, dan pihak pemborong sudah meminta tolong kepada Sesepuh juru kunci makam Syekh Muhammad Nasher Singomodo Desa Kandangsapi Slamet Singodipuro” Ungkapnya.

“Benar, ada utusan dari pemborong Pembangunan Jembatan Ganefo Tangen, meminta tolong kepada saya untuk membantu agar sungai bengawan Solo,tidak meluap tidak banjir, dan saya akan membantunya,dengan memohon ijin kepada Allah SWT, meminta agar wilayah Kabupaten Wonogiri Karanganyar Sukoharjo dan Wilayah Solo tidak terjadi hujan deras, hanya bersifat nyingkirkan hujan menggeser ke wilayah lain, agar Bengawan Solo,tidak banjir, pembangunan jembatan Ganefo Tangen supaya berjalan dengan baik, memang hanya hujan dari wilayah kabupaten Wonogiri Karanganyar Sukoharjo dan Wilayah Solo, yang akibatkan sungainya besar, kalau yang hujan wilayah Kabupaten Sragen, dipastikan aman” Ungkap Slamet Singodipuro

Semua itu lanjut Slamet Singodipuro adalah seijin Allah SWT,kita hanya memohon agar pembangunan jembatan Ganefo Tangen, berjalan baik dan tepat waktu,mengingat waktu 200 hari itu sangat singkat,waktu yang tersisa tinggal 120 hari,Saya hanya berdoa kepada Allah SWT, kiranya mengabulkan, untuk tidak turunkan hujan deras sementara waktu di wilayah Kabupaten Wonogiri Karanganyar Sukoharjo dan Wilayah Solo, dengan seijin Allah SWT.

“itu hanya permintaan,semua itu adalah kehendaknya, sebagai insan manusia hanya bisa beriktiar semua ada dalam Kuasa Allah SWT” Ungkapnya.

Warga Dukuh Kerekan, Desa Klandungan Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen Suwardi (78) mengatakan, Pembangunan Jembatan Ganefo Tangen yang baru ini hampir sama dengan Pembangunan Jembatan Ganefo Tangen yang lama,

Suwardi menceritakan, tahun 1958 dimulailah pembangunan Jembatan, penghubung antara Kecamatan Ngrampal dengan Kecamatan Tangen dan tahun1958 itu mulai dikerjakan sampai tahun1959, tahun 1960 berhenti karena suatu hal (pemborongnya lari-red) dan tahun 1960 dimulai lagi dikerjakan oleh AIA Asosiasi Insinyur Arsitek sampai selesai tahun 1963, dan diberikan nama Jembatan Ganefo karena bertepatan dengan perhelatan Games of the New Emerging Forces ( GANEFO ) ajang olahraga negara berkembang yang didirikan oleh Presiden Ir.Soekarno di Jakarta 10 – 22 Nopember 1963.

“Jadi nama jembatan Ganefo Tangen itu yang memberi nama Bung Karno” Ungkap Suwardi menjelaskan

Pembangunan Jembatan Ganefo dulu kata Suwardi juga pernah berhenti, tahun1958 dikerjakan sampai1959 tahun 1960 berhenti dan tahun 1961 sampai tahun 1963 jadi diresmikan.

“Dulu kendalanya anggaran, tapi sekarang banyak anggaran, yang menjadi penghalang cuaca yang tidak menentu, bila banjir besar akan mengganggu pengerjaanya, ada baiknya pemborong bangunan ini mencari pawang hujan memperkecil curah hujan, sehingga sungai bengawan Solo alirannya landai” Ungkapnya.  ( Sugimin/17)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *