Grobogan-Inspirasiline.com. Prinsip bahwa hidup harus bermanfaat bagi masyarakat atau orang lain, benar-benar diterapkan oleh pak guru yang satu ini. Melalui berbagai tulisan baik di media cetak ataupun hasil penulisan buah pikirannya melalui buku telah berhasil mengantarkanya ke sebuah kesuksesan, setidaknya berhasil merarih jabatan Kepala Sekolah dan meraih predikat haji.
Itulah sekelumit kehidupan H. Mukhaelani, SPd., MPdI yang saat ini menjabat sebagai Kepala SMPN2 Tegowanu Kab. Grobogan Jawa Tengah.

Lahir di Grobogan pada 19 Mei 1965, lelaki yang telah dikaruniai 3 anak ini berhasil ditemui Inspirasiline.com di ruang kerjanya sebagai Kepala Sekolah SMPN2 Tegowanu Kab. Grobogan yang terletak di Desa Curug Kec. Tegowanu Grobogan, Selasa (13/9/22)
Pak Lani, demikian panggilan akrabnya, menceriterakan awalnya.
Sebelum menjadi seorang guru PNS, dia jadi staf TU sebuah Yayasan Pendidikan Islam di Gubug, usai lulus pendidian D2 nya, dia bekerja di MTs swasta selama 6 tahun. Setelah S1 Jurusan Pendidikanya berhasil diselesaikan pada tahun 1994 ia lalu bekerja disebuah yayasan sosial di Yayasan Hasan Anwar sebagai guru SMEA, namun hobby menulispun sudah dimulai saat kuliah yakni sejak 1989 ia lakoni di koran kampus Nuansa.

Kemudian pada 1998, lulus test PNS guru dan ditempatkan pertama kali pada SMPN 13 Semarang. Saat bekerja sebagai guru di sekolah tersebut, pak Lani sudah aktif menulis artikel, berita, cerpen di koran Wawasan, Bahari (sekarang Inspirasi Semarang) hibgga 2003. Pada tahun 2003 tersebut, pak Lani memperoleh kepercayaan dari Kabag Humas (Ayong Mohtarom, waktu itu) untuk mengisi artikel
di majalah Gema Bersemi ( majalah bulanan milik Pemksb Grobogan). Justru melalui kegiatan ini, pak Lani bisa pindah tugas sebagai guru di SMPN2 Tegowanu hingga 11 tahun. Sampai disinipun ia tetep aktif menulis.
Pada tahun 2014, pak Lani mengikuti seleksi calon kepala sekolah SMP. “Dari 65 orang peserta, saya berhasil lulus rangking 3 dari 11 orang yang lulus” kenangnya.
Kemudian usai lulus test tersebut, dia ditugaskan sebagai Kepala sekolah SMPN2 Kedungjati. Disekolah ini menemui kendala, yakni gurunya mengeluh karena jumlah siswanya semakin menurun. Pak Lani tidak kurang akal. Dia dekati para kiai dan akhirnya jumlah siswanya tiap tahun meningkat drastis.” Di SMP Kedungjati saya cuma 3,5 tahun saja, saya terus dipindahtugaskan ke SMPN1 Tanggungharjo” ungkapnya. Sampai disinipun, pak Lani tetap aktif menlis buku baik artikel non fiksi maupun cerpen.
Saat menjadi Kepala sekolah di SMPN Tanggungharjo, ia menerima keluhan yang sama seperti saat tugas di Kedungjati, dimana jumlah siswanya turun 2 kelas. Tetapi dengan semangatnya yang tinggi, pak Lani berhasil mengembalikan keadaan sekolahnya, setiap tahun memperoleh tambahan siswa1 kelas, tahun berikutnya 1 kelas.
Kemudian pada tahun 2020, pak Lani dialih tugaskan menjadi Kepsek SMPN2 Tegowanu Kab. Grobogan hingga sekarang, yang memiliki 9 kelas atau 27 rombel dengan jumlah siswa sebanyak 754 siswa.
Di bidang penulisan, hingga saat ini pak Lani telah berhasil menerbitkan 5 judul buku, dan 1 buku lagi yang masih proses editing. Buku pertama diberi judul “Ngaji Thoriqoh”, kedua “Perjalanan Orang orang Sebelum Kita”, buku ketiga dengan judul “Wisata Budaya Religi di Grobogan”, keempat ” Spensata” yang berisi tentang SMPN Tanggungharjo, buku.kelima adalah ” Profesionalisme Kepala Sekolah”. Menurut pak Lani, buku Profesionalisne Kepala Sekolah tersebut seharusnya dibuat oleh seorang pengawas sekolah.
Kemudian buku tulisan keenamnya yang masih editing diberi judul ” Dari Tanah Air ke Tanah Suci” yang berceritera tentang perjalanannya ke tanah suci dalam rangka menunaikan ibadah haji yang dilakukan pada tahun 2022 ini, sehingga pak Lani saat ini sudah menyandang gelar Haji.
Dengan terbitnya beberapa buku hasil buah karyanya itu, ia dinobatkan sebagai Penulis buku terbanyak (versi Kepala Sekolah) oleh Dinas Oendidikan Grobogan, dan atas prestasinya itu pula pak Lani diundang ke Kemndikbud di Jakarta untuk acara terkait penulisan buku dan pak Lani merupakan satu satunya penulis buku pendidikan dari Grobogan yang diundang Kemendikbud bebetapa waktu lalu.
Yang menarik adalah prinsip hidupnya yakni hidup harus bermanfaat bagi orang lain dan menulis merupakan salah satu yang bermanfaat bagi orang lain. (jokowi)
