Rembang-Inspirasiline.com. Kuota program darmasiswa perguruan tinggi turun drastis dibanding tahun tahun lalu. Penyebab utamanya karena ada kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Kasubag Program Dinas Pendidikan (Dindikpora) Kabupaten Rembang Mariban mengakui saat itu program Darmasiswa Dikti sementara kuota 50. Namun bisa saja berubah. Tergantung dari penempatan calon mahasiswa.
”Hasil dari seleksi dari tes ada sekitar 78 yang disurvei. Setelah kita gabungkan nilai tes dan survei anggaran yang mencukupi hanya 43 calon penerima mahasiswa,” katanya kepada media, Rabu (14/9/2022).

Soal berkurangnya kuota penerima dari tahun lalu. Mariban mengakui karena tahun ini UKT ada kenaikan cukup tinggi. Padahal anggaran daerah tetap. Biaya UKT dan hidup atau living cost Rp 450 juta untuk satu semester di tahun ini (untuk PTN dan PTS).
Sebagai gambaran semester ganjil berakhir Desember. Mahasiswa tersebut semester depan akan biaya menjadi dua kali.
“Jadi tahun-tahun berikutnya demikian. Jadi nilai Rp 450 juta hanya di semester gasal saja. PTS kabupaten kuota tidak jauh beda. Kalau PTS biaya kuliah dan living cost hampir tetap, tidak berubah-berubah. Kalau di PTN lain-lain. Mungkin hampir 17-18, tidak banyak berkurang,” tandasnya.
Mariban menambahkan, saat ini calon penerima beasiswa diterima di 11 PTN. Untuk wilayahnya di Jateng dan Jatim. Untuk Jogjakarta-Jakarta serta Jabar tahun ini nihil. “Paling banyak calon penerima mahasiswa ada di Unnes,” pungkasnya. (Yon Daryono)
